RADARSITUBONDO.ID - Sporting CP menorehkan salah satu malam paling dramatis dalam sejarah kompetisi Eropa. Bermain di hadapan publik sendiri, Sporting CP tampil untuk menggambarkan keadaan yang salah dan menyingkirkan Bodo/Glimt pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions UEFA, Rabu dini hari WIB.
Tekanan besar sudah membayangi wakil Portugal tersebut sejak awal laga. Kekalahan tiga gol tanpa balas di leg pertama membuat misi comeback terasa nyaris mustahil. Namun atmosfer Estadio Jose Alvalade berubah menjadi energi tambahan yang mendorong tuan rumah tampil agresif sejak menit awal.
Gol pembuka akhirnya lahir pada menit ke-34 melalui aksi bek Goncalo Inacio. Sundulannya memanfaatkan sepak pojok yang dilepaskan Francisco Trincao sukses merobek gawang lawan dan menghidupkan asa.
Sebelum jeda, tim tamu hampir meredam momentum ketika tandukan Odin Bjortuft dua kali menghancurkan mistar, menyelamatkan Sporting dari kebobolan krusial.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan tidak menurun. Kedua tim terlibat duel fisik dan taktis yang ketat hingga akhirnya kebuntuan pecah pada menit ke-61. Pedro Goncalves yang akrab disapa Pote memaksimalkan serangan balik cepat hasil kerja sama dengan Luis Suarez untuk menggandakan keunggulan.
Momentum sepenuhnya berpihak kepada tuan rumah setelah keputusan VAR menghadiahkan penalti akibat handsball Fredrik Bjorkan. Suarez yang maju sebagai algojo menjalankan tugas dengan sempurna, membuat agregat kembali imbang dan stadion bergemuruh.
Drama belum berhenti. Menjelang akhir waktu normal, peluang emas dari Nuno Santos hanya berbuah dentingan tiang. Skor tetap bertahan dan pertandingan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Pada fase inilah Sporting menunjukkan mental baja. Baru berjalan 83 detik, Maxi Araujo langsung mencetak gol yang membawa tuan rumah agregat unggul. Tekanan yang terus dilancarkan membuat lini belakang Bodo/Glimt semakin goyah.
Baca Juga: Sapi Limosin Rp16 Juta Dijagal Maling di Mangaran, Pemilik Syok: Tersisa Tulang dan Usus di Kandang
Puncak euforia terjadi di menit ke-121 ketika Rafael Nel mencetak gol kelima. Gol tersebut bukan hanya memastikan kemenangan telak 5-0, tetapi juga menjadi momen debut yang tak terlupakan bagi sang pemain muda di panggung Liga Champions.
Do Sportminasiing terlihat jelas dari statistik pertandingan. Mereka melepaskan total 38 tembakan dengan 14 di antaranya tepat sasaran, menyamai rekor klub Portugal dalam satu laga Liga Champions yang sebelumnya juga diraih oleh Braga pada tahun 2012.
Keberhasilan ini mengantarkan Sporting ke babak perempat final untuk pertama kalinya sejak musim 1982-83, mengakhiri penantian panjang lebih dari empat dekade. Di sisi lain, perjalanan sensasional Bodo/Glimt harus terhenti.
Tim asal Norwegia itu sebelumnya mencuri perhatian dengan menyingkirkan raksasa seperti Manchester City, Atletico Madrid, dan Inter Milan.
Editor : Agung Sedana