RADARSITUBONDO.ID - Kompetisi Super League 2025/2026 kembali dipanaskan setelah jeda internasional berakhir. Memasuki pekan ke-26, tensi persaingan semakin meningkat dan menghadirkan tekanan besar bagi setiap kontestan, termasuk Arema FC yang kini tengah berjuang keluar dari situasi sulit di papan tengah klasemen.
Tim berjuluk Singo Edan tersebut tidak hanya menghadapi persoalan teknis di lapangan, tetapi juga dinamika internal yang menyita perhatian publik. Sorotan tajam mengarah kepada pelatih Marcos Santos yang belum mampu mengangkat performa tim dalam periode krusial sepanjang bulan Ramadhan.
Dalam empat pertandingan terakhir, Arema gagal mencatatkan kemenangan. Bahkan, tiga laga di antaranya berujung kekalahan beruntun yang menyakitkan.
Kekalahan tersebut masing-masing terjadi saat menghadapi Borneo FC Samarinda, Bali United FC, dan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Rangkaian hasil negatif itu membuat posisi Arema FC terus melorot hingga kini tertahan di peringkat ke-11 dengan koleksi 31 poin. Situasi ini jelas jauh dari ekspektasi awal musim yang menargetkan posisi lebih kompetitif di papan atas.
Di tengah tekanan tersebut, isu lain turut memperkeruh suasana. Muncul kabar ketertarikan dari klub Brasil, Guarani Futebol Clube, terhadap Marcos Santos. Spekulasi mengenai masa depan sang pelatih pun sempat mencuat dan memunculkan kekhawatiran di kalangan suporter.
Namun, Marcos Santos akhirnya angkat bicara dan memberikan kepastian terkait posisinya. Ia menegaskan komitmennya untuk tetap bersama Arema FC hingga akhir musim, meskipun situasi tim sedang tidak ideal.
“Saya ingin bertahan di Arema FC untuk membantu tim dalam sembilan pertandingan sisa musim ini,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus meredam rumor yang berkembang. Ia juga menegaskan bahwa komunikasi dengan manajemen setelah kekalahan terakhir bukanlah bentuk evaluasi untuk mengakhiri kerja sama, melainkan pembahasan terkait langkah terbaik dalam menghadapi tekanan yang ada.
“Saya memilih tetap di sini karena sudah merasa nyaman,” tegasnya.
Keputusan Marcos Santos menjadi titik penting bagi stabilitas tim. Di tengah kondisi yang belum konsisten, kepastian di kursi pelatih diharapkan mampu menjaga fokus pemain dalam menghadapi sisa kompetisi.
Meski peluang menembus lima besar semakin menipis akibat selisih poin yang cukup jauh, Arema FC masih memiliki kesempatan memperbaiki posisi.
Ujian berikutnya akan datang pada pekan ke-26 saat Arema FC menghadapi Malut United FC di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Laga yang dijadwalkan berlangsung Jumat (3/4) ini menjadi momentum penting bagi Singo Edan untuk bangkit dan mengakhiri tren negatif.
Editor : Agung Sedana