Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Como 1907 Menggila di Serie A, Peluang Liga Champions Kian Nyata

Bayu Shaputra • Kamis, 26 Maret 2026 | 15:45 WIB

Para pemain Como 1907.
Para pemain Como 1907.

RADARSITUBONDO.ID - Como 1907 terus menorehkan kisah luar biasa di pentas Serie A musim 2025/2026. Tim berjuluk I Lariani itu kini kokoh bertahan di keempat klasemen sementara dengan koleksi 57 poin, sebuah pencapaian yang semakin membuka jalan menuju Liga Champions musim depan.

Momentum positif kembali ditegaskan saat Como mencatat kemenangan telak 5-0 atas Pisa SC pada Minggu (22/3). Laga di Stadion Giuseppe Sinigaglia itu bukan sekadar pertandingan biasa, namun juga menjadi momen penghormatan emosional bagi sosok penting dalam balik kebangkitan klub, Michael Bambang Hartono, yang wafat pada 19 Maret 2026 di Singapura.

Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Era John Herdman Dimulai

Sejak memasuki tahun 2026, performa Como memang tampil mencolok dibandingkan tim-tim lain di Serie A. Mereka berhasil mengoleksi 30 poin dari 14 pertandingan, dengan rincian sembilan kemenangan, tiga hasil imbang, dan hanya dua kekalahan.

Catatan tersebut menempatkan Como di posisi kedua dalam tabel performa tahunan, hanya kalah dari Inter Milan yang mengumpulkan 33 poin.

Konsistensi itu semakin terasa karena Como tidak hanya menang, tapi juga mampu menaklukkan klub-klub besar. Juventus dan AS Roma menjadi korban keganasan mereka musim ini. Bahkan dalam lima pertandingan terakhir, Como tampil sempurna dengan menyapu bersih kemenangan tanpa memberi ruang bagi lawan.

Produktivitas lini serang menjadi salah satu kekuatan utama. Sejak awal tahun, Como sudah mencetak 31 gol, menunjukkan efektivitas yang tinggi di gawang depan. Di sisi lain, pertahanan mereka juga tampil solid hanya dengan kebobolan 10 kali, menciptakan keseimbangan yang jarang dimiliki tim-tim papan atas.

Baca Juga: Bos OnlyFans Leonid Radvinsky Wafat karena Kanker, Ini Jejak Bisnisnya

Di balik keberhasilan ini, peran pelatih Cesc Fabregas menjadi sorotan utama. Sentuhan taktiknya mampu mengubah Como menjadi tim yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga berani menghadapi siapa pun. Transformasi gaya bermain yang lebih agresif dan disiplin membuat Como kini disegani di Serie A.

Namun, perjalanan menuju Liga Champions tidak sepenuhnya mulus. Bagaimana buruknya dua tantangan besar yang bisa menjadi penghambat langkah mereka. Stadion Giuseppe Sinigaglia dinilai belum memenuhi standar UEFA untuk menggelar pertandingan Liga Champions, sehingga potensi relokasi kandang menjadi isu yang harus segera diselesaikan.

Selain itu, kondisi finansial klub juga mendapat perhatian serius. Laporan keuangan hingga Juni 2025 mencatat defisit mencapai 105 juta euro akibat investasi besar dalam beberapa tahun terakhir.

Meski UEFA diperkirakan memberikan toleransi pada musim pertama, Como tetap harus mengikuti Settlement Agreement guna menyeimbangkan keuangan klub di masa mendatang.

Baca Juga: Mohamed Salah Resmi Tinggalkan Liverpool Akhir Musim 2026

Kisah Como sendiri tidak lepas dari peran keluarga Hartono dari Indonesia yang mengambil alih klub pada tahun 2019. Dalam waktu yang relatif singkat, mereka berhasil membawa Como bangkit dari keterpurukan di Serie D hingga kini menjadi salah satu kekuatan baru di Serie A. Transformasi tersebut menjadi bukti nyata perubahan besar yang dilakukan secara terencana dan konsisten.

Musim ini terasa semakin emosional karena prestasi Como juga menjadi warisan berharga dari mendiang Michael Bambang Hartono. Sosok yang berperan besar dalam membangun fondasi klub itu kini dikenang melalui pencapaian luar biasa yang sedang diraih tim.

Dengan sembilan pertandingan tersisa, Como tetap harus menjaga konsistensi. Mereka hanya unggul satu poin dari Juventus dan tiga poin dari AS Roma, membuat persaingan menuju empat besar semakin ketat. Meski demikian, peluang untuk tampil di Liga Champions kini bukan lagi sekedar mimpi, melainkan target realistis yang semakin dekat untuk diwujudkan.

Editor : Agung Sedana
#liga champions #Serie A #Como 1907