Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Ini Tips Setelan Gir Motor Manual, Agar Kuat Mendaki Tanjakan ke Gunung Ijen Banyuwangi

Bayu Saksono • Kamis, 25 April 2024 | 19:55 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Radarsitubondo.id – Jalur menuju ke Gunung Ijen, Banyuwangi, dikenal sebagai tanjakan level horse. Jalurnya berkelok-kelok dan menanjak sangat ekstrem.

Karena itu, sudah beberapa tahun terakhir ini, Satlantas Polresta Banyuwangi "melarang" penggunaan motor matic untuk mendaki Gunung Ijen dari arah Banyuwangi.

Ini semata demi alasan keselamatan. Karena sudah sering kejadian, motor matic mengalami kecelakaan dalam kondisi menurun saat pulang dari Gunung Ijen.

Terutama di kawasan ‘merah’ yakni sekitar tikungan Erek-erek, turunan dekat Sengkan Saleh, dan turunan di Sengkan Jayadi.

Sementara itu, menggunakan motor manual, baik jenis bebek atau pun motor sport, tidak semua tipe standard bisa mumpuni melibas tanjakan jalan menuju Gunung Ijen.

Ada beberapa solusi untuk mengoprek motor manual agar lebih kuat melibas tanjakan. Namun yang paling mudah adalah menyetel ukuran gir depan dan gir belakang motor tersebut.

 Baca Juga: Diproduksi Terbatas, Vespa Dragon 946 Tampil dengan Motif Khusus: Segini Banderol Harganya

Memang, beberapa motor sport standar masih lumayan bisa mengatasi tanjakan.

Contohnya Yamaha V-ixion dengan ukuran gir depan 14 tonjolan dan gir belakang 43 tonjolan. Ini masih lumayan ringan saat melibas tanjakan.

Sedangkan Honda CBR-150R memiliki rasio gir yang agak berbeda. Motor sport ini dibekali gir depan 14 tonjolan, dan gir belakang hanya 36 tonjolan.

Untuk tanjakan agak berat, karena motor ini lebih didesain untuk lebih mudah memacu speed.

 Baca Juga: Polres Situbondo Sebut Desa Duwet jadi Daerah Rawan Usai Ramadhan dan Lebaran, Ini Penjelasannya

Ohya, perlu Anda ketahui bahwa rasio gir depan motor manual di pasaran Indonesia ada pada kisaran 10 sampai 18. Sedangkan rasio gir belakang motor standar ada pada kisaran 30 sampai 50.

Nah, bagaimana mengoprek gir agar paling ringan melaju di tanjakan? Tentu saja, gir depan harus ukuran paling kecil. Sedangkan gir belakang sebaiknya pilih yang paling besar.

Siapa juara pelibas tanjakan di rute menuju Gunung Ijen? Kalau melihat gir yang dijual di pasaran, maka yang paling ekstrem adalah yang menggunakan gir depan ukuran 10 tonjolan, dan gir belakang ukuran 50. Inilah juaranya. Tarikannya paling ringan saat melibas tanjakan.

Komposisi rasio gir seperti itu memang menang di tanjakan. Tetapi ‘’napas’’ kendaraan terasa semakin pendek.

Bagaimana idealnya, ini nanti silakan menyesuaikan selera masing-masing. Apakah mengurangi ukuran gir belakang, atau menambah ukuran gir depan. Atau bisa kombinasi keduanya. Selamat mencoba. (bay)

       

Editor : Salis Ali Muhyidin
#situbondo #banyuwangi #sport #libas #motor #ijen #bebek #Trail #otomotif #Tanjakan #gir #Gear #oprek #gunung ijen