radarsitubondo.id – Kendaraan listrik untuk segala medan keluaran Amerika Serikat, Jeep Wagoneer-S memasuki pencapain terbaru.
Jangkauan jelajahnya atau kemampuan baterainya untuk sekali pengisian, ternyata sudah mampu mencapai jarak hingga 300 mil (sekitar 482 Kilometer.
Kalau dilihat sekilas dari sisi samping, tampang Sport Utility Vehicle (SUV) mewah dua baris ini sangat mirip dengan Grand Cherokee. Namun jika kita lihat bagian buritan, tampilannya sangat jauh berbeda.
Jendela belakang memiliki sudut yang lebih dangkal dan lancip. Yang tidak lazim untuk SUV, ada sayap berukuran besar di sana. Namun, posisi sayap ini agak tersembunyi di balik pilar D.
Sayap raksasa di atas pilar D tersebut akan menciptakan ilusi jip ini berbentuk kotak dan tegak seperti pada umumnya.
Padahal, pemasangan sayap tersembunyi itu merupakan trik cerdik yang memberikan fungsi aerodinamis.
Intinya, body dan tampilan dipertahankan tetap gagah dan formal seperti layaknya SUV. Namun dengan tambahan sayap belakang berukuran besar, meskipun terpasang pada posisi tersembunyi, akan mengurangi hambatan angin secara signifikan.
Manfaat aerodinamis inilah yang didapatkan dengan pemasangan sayap tersebut. Sehingga bentuk profil kendaraan itu harus sangat meruncing.
Inilah diungkapkan Kepala Desain Stellantis, Ralph Gilles, kepada pihak media di Amerika Serikat.
Pihak desainer pada dasarnya harus meruncingkan body kendaraan untuk mencapai aerodinamis yang diharapkan. Runcing sehingga tampilannya menjadi bentuk seperti kecebong.
Sayangnya, bentuk tampilan mobil jenis jip yang meruncing seperti itu sangat tidak disukai. Karena itu, solusi yang paling pas adalah memasang sayap penyokong erodinamik, sehingga profil tampilan Jeep Wagoneer-S itu tetap menarik.
Dijelaskan, bentuk jip yang cenderung kotak akan membuat lubang di udara. Ini tentu menciptakan turbulensi yang menyeret ke belakang saat kendaraan bergerak maju.
Sementara itu, bentuk kecebong yang runcing akan membantu menutup lubang di udara tersebut. Wujud body yang lancip akan mengarahkan udara kembali menyatu dan meminimalkan turbulensi.
Dengan hambatan angin yang semakin kecil, Jeep Wagoneer S ini melaju kian mulus dan aerodinamis.
Sehingga penggunaan daya baterai bisa dimanfaatkan secara maksimal, untuk mencapai jarak yang lebih jauh.
Yang menarik, sayap belakang tersembunyi ini sejatinya adalah solusi yang tidak disengaja.
Awalnya hanya untuk tampil keren dan bisa ditaruih kamera belakang. Tanpa sengaja, sayap itu diputar-putar posisinya, ternyata justru ditemukan manfaat bahwa sayap itu dapat mengarahkan udara di belakang kendaraan.
Sehingga aerodinamis meningkat sangat signifikan.
Hasilnya pun tanpa diduga, koefisien drag yang tercapai sebesar 0,294.
Ini menjadikan Wagoneer S sebagai jip yang paling licin alias paling minim hambatan anginnya. Ini karena keberhasilan para desain itu dalam rekayasa sayap bagian belakang.
Tujuan aerodinamis ini memungkinkan Jeep Wagoneer-S menjadi jip listrik pertama yang mencapai klaim jangkauan baterai lebih dari 300 mil. (*)
Editor : Salis Ali Muhyidin