radarsitubondo.id - Nissan, salah satu produsen mobil terkemuka di Jepang, ternyata telah memutuskan berhenti berinvestasi pada bahan bakar minyak (BBM) bensin dan solar.
Pihak Nissan mengaku sudah mengeluarkan terlalu banyak uang untuk teknologi baru pengembangan mesin bahan bakar atau internal combustion engine (ICE).
Karena itu, mereka akan lebih fokus dan berkonsentrasi untuk pengembangan mesin electric vehicle (EV) alias mobil listrik.
Perubahan kebijakan yang sangat mendasar ini terungkap saat Senior Vice-President dan Chief Planning Officer Nissan wilayah Afrika, Timur Tengah, India, Eropa, dan Oseania (AMIEO), Francois Bailly diwawancarai wartawan majalah terkemuka asal Australia beberapa hari lalu.
Bailly ditanya, apakah Nissan berniat mengembangkan mesin BBM terbaru? Ternyata jawaban yang muncul sungguh mengejutkan.
Bailly mengakui, masa depan Nissa adalah EV (kendaraan listrik). ‘’Kami tidak berinvestasi pada powertrain baru untuk ICE (mesin bahan bakar). Itu sudah pasti," tegasnya.
Meski demikian, dia mengakui bahwa aka nada masa peralihan dari mobil bertenaga konvensional ke kendaraan model full listrik. Masa transisi teknologi itu akan dilakukan melalui teknologi e-Power milik Nissan.
Teknologi Nissan e-Power merupakan pengaturan hybrid yang tidak konvensional. Posisi mesin pembakaran bertindak sebagai generator untuk mengisi daya baterai. Jadi mesin pembakaran tidak secara langsung menggerakkan roda, namun hanya sebagai generator pengisi baterai.
Untuk memaksimalkan penghematan bahan bakar pada mobil hybrid tersebut, Nissan ingin meningkatkan efisiensi termal mesin pembakaran hingga 50 persen.
Tak banyak yang tahum diam-diam pihak Nissan telah mengerjakan teknologi ini selama beberapa tahun. Nah, pada awal tahun 2021 silam, mereka mengumumkan bahwa prototipe e-Power mengalami pencapaian menggembirakan selama pengujian.
Sementara itu, meskipun Nissan tidak lagi melakukan investasi untuk pengembangan mesin BBM, bukan berarti peralihan dari mesin konvensional menjadi full kendaraan listrik akan terjadi dalam waktu cepat.
Nissan hanya akan menyelaraskan portofolionya dengan persyaratan regional. Sehingga penghentian mesin BBM akan terjadi secara bertahap. (*)
Editor : Salis Ali Muhyidin