Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Mobil Terbakar Total, Haruskah Diperbaiki atau Dijual ke Tukang Rongsok?

Bayu Shaputra • Senin, 1 September 2025 | 18:05 WIB
Sebuah mobil yang terbakar.
Sebuah mobil yang terbakar.

RADARSITUBONDO.ID - Ketika melihat mobil hangus, pertanyaan utama adalah apakah kendaraan ini bisa diperbaiki. Jawabannya bergantung pada berbagai faktor kompleks.

Mobil yang terbakar memiliki tingkat kerusakan yang berbeda. Ada yang hanya terkena api ringan, dan ada yang hangus total. Tingkat kerusakan menentukan kelayakan perbaikan kendaraan.

Kebakaran ringan selama 5-10 menit biasanya merusak komponen plastik dan kabel. Kebakaran berat lebih dari 30 menit dapat merusak struktur logam permanen. Suhu tinggi mencapai 800-1000 derajat Celsius dapat mengubah sifat baja, menjadikannya rapuh.

 Baca Juga: SMAN 1 Situbondo Menggelar Pekan Olahraga dan Seni, Jadi Ajang Kreativitas Siswa

Sistem kelistrikan adalah yang pertama rusak saat kebakaran. Kabel berinsulasi plastik meleleh, menyebabkan korsleting. ECU mobil modern juga sensitif terhadap panas.

Ban dan velg mengalami kerusakan serius. Ban akan meleleh, sementara velg aluminium bisa mengalami perubahan bentuk atau meleleh. Jok kulit atau fabric akan hangus, menyisakan rangka besi.

 Baca Juga: Osasuna Siap Permalukan Tuan Rumah di Pekan Ketiga LaLiga 2025-26? Catatan Buruk Espanyol Jadi Modal

Surveyor asuransi menggunakan standar untuk menilai kelayakan perbaikan. Jika biaya perbaikan melebihi 70-80% nilai kendaraan, mobil dinyatakan "total loss". Pemeriksaan mencakup rangka, mesin, transmisi, dan sistem keselamatan.

Kerusakan tersembunyi sering diabaikan. Panas ekstrem dapat merusak bagian internal yang tidak terlihat. Sistem AC juga bisa bocor dan mencemari mesin.

 Baca Juga: Misi Balas Dendam Lazio! Tuntaskan Hellas Verona di Olimpico untuk Kemenangan Perdana Serie A 2025-26

Mobil terbakar yang diperbaiki membawa risiko tinggi. Rangka yang lemah dapat patah saat benturan. Sistem rem terkontaminasi tidak berfungsi optimal saat darurat.

Residu dari pembakaran plastik dan karet mengandung zat berbahaya. Meskipun dibersihkan, bau menyengat dan potensi iritasi pernapasan tetap ada.

Secara teknis, mobil terbakar bisa diperbaiki, tetapi harus mempertimbangkan keselamatan, ekonomi, dan kesehatan. Biaya perbaikan yang tinggi dan risiko tersembunyi sering menjadikan pilihan "scrap" lebih bijak. Keputusan akhir sebaiknya diserahkan kepada ahli otomotif berpengalaman.


Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#mobil terbakar