Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Jangan Abaikan! Tanda-tanda Ban Motor Sudah Tidak Aman Dipakai

Bayu Shaputra • Senin, 8 September 2025 | 21:45 WIB
Seorang pria sedang mengganti ban motor.
Seorang pria sedang mengganti ban motor.

RADARSITUBONDO.ID - Ban motor adalah komponen penting bagi keselamatan berkendara. Banyak pengendara mengabaikan kondisi ban, yang dapat menyebabkan kecelakaan. Mengetahui kapan harus mengganti ban adalah penting untuk keselamatan di jalan.

 Baca Juga: Andre Onana LAKU! Resmi Memberikan Lampu Hijau untuk Trabzonspor

Tanda-Tanda Ban Motor Perlu Diganti

1. Kedalaman Alur Ban Sudah Menipis

Kedalaman alur ban harus minimal 1,6 mm. Gunakan koin 100 rupiah untuk mengukurnya, jika kepala burung di koin tidak tertutupi, ban perlu diganti. Alur tipis mengurangi daya cengkram, terutama di jalan basah.

2. Muncul Tanda TWI (Tread Wear Indicator)

Ban dilengkapi dengan indikator keausan TWI. Jika permukaan ban sejajar dengan TWI, ban harus segera diganti. Mengabaikan tanda ini dapat menyebabkan masalah saat berkendara.

3. Benjolan atau Gelembung pada Dinding Ban

Benjolan pada sidewall menunjukkan kerusakan struktural. Ini berbahaya karena dapat menyebabkan ban meledak. Segera ganti ban jika ada tanda ini.

Baca Juga: Pertandingan Terakhir Grub B! Timnas Futsal Indonesia vs New Zealand di CFA International Futsal Tournament 2025

4. Keretakan pada Dinding Ban

Retakan pada dinding ban menunjukkan penuaan atau cuaca ekstrem. Retakan dalam dapat menyebabkan kebocoran atau kegagalan ban. Periksa dinding ban secara rutin, terutama jika terpapar sinar matahari.

5. Keausan Tidak Merata

Keausan tidak merata menunjukkan masalah pada suspensi, alignment, atau tekanan angin. Pola aus aneh perlu perhatian khusus. Selain mengganti ban, perbaiki juga penyebabnya.

Baca Juga: Bupati Rio Komitmen Jadikan Besuki Sesuai Cita-Cita Pate Alos

Umur ban motor biasanya 2-4 tahun atau 20.000-40.000 km, tergantung pada cara berkendara dan kondisi jalan. Akselerasi keras atau pengereman mendadak mempercepat keausan. Jalan kasar dan cuaca panas juga memperburuk keadaan.

Tekanan angin yang tidak sesuai (28-32 PSI untuk motor bebek dan 32-36 PSI untuk motor sport) mempercepat keausan. Ban kurang angin aus di pinggir, sementara tekanan berlebih menyebabkan aus di tengah.

 Baca Juga: Skenario Lolos Timnas Indonesia U23 ke Piala Asia

Lakukan pemeriksaan visual mingguan untuk mendeteksi kerusakan. Pastikan tekanan angin sesuai standar, periksa setiap dua minggu.

Hindari parkir di bawah sinar matahari terlalu lama dan jangan biarkan motor tidak digunakan lebih dari sebulan untuk mencegah flat spot.

Investasi pada ban berkualitas penting untuk keselamatan. Jangan tunda penggantian ban yang rusak demi menghemat biaya. Keselamatan tidak bisa ditawar.


Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#Ban Motor