RADARSITUBONDO.ID - Suara gredek pada CVT motor matic mengganggu kenyamanan dan bisa menandakan kerusakan serius.
CVT motor bekerja dengan sistem belt dan pulley. Keausan atau kontaminasi komponen ini menyebabkan suara gredek.
Baca Juga: Bobol Konter Handphone dan Gasak HP dan Sejumlah Voucher, Pria Situbondo Terancam 7 Tahun Penjara
Oli CVT yang kotor atau menipis dapat menyebabkan suara gredek. Kehilangan viskositas oli meningkatkan gesekan antar komponen.
V-belt yang aus juga berkontribusi, belt yang retak atau karet akan menyebabkan gesekan tidak sempurna dengan pulley.
Roller CVT yang aus atau kotor menghambat pergerakan pulley, menghasilkan getaran dan suara aneh.
Baca Juga: Cara Pelaku Curanmor Gasak Motor dengan Cepat di Halaman Masjid Sekitar Alun-alun Situbondo
Perawatan Mandiri yang Bisa Dilakukan
Beberapa langkah perawatan CVT bisa dilakukan sendiri:
Pengecekan Rutin Oli CVT
Periksa level oli setiap 1.000 km. Oli hitam pekat atau berbau tajam harus diganti. Oli yang baik berwarna kemerahan transparan.
Pembersihan Filter Udara
Bersihkan filter udara setiap 2 minggu. Lepas dan bersihkan dengan angin kompresor atau sikat halus.
Warming Up yang Tepat
Pemanasan mesin 3-5 menit sebelum berkendara membantu oli CVT melumasi semua komponen.
Gaya Berkendara yang Bijak
Hindari akselerasi mendadak. Berkendara halus memperpanjang umur komponen CVT.
Baca Juga: 5 Hobi Introvert yang Bisa Jadi Ladang Cuan dari Rumah
Batasan Perawatan Mandiri
Beberapa perawatan memiliki batasan. Penggantian oli CVT, pembersihan roller, dan penggantian V-belt memerlukan keahlian dan peralatan. Kesalahan dapat merusak transmisi.
Tanda yang mengharuskan Anda ke bengkel adalah suara gredek keras, getaran berlebihan saat akselerasi, atau motor berat saat digas. Perbaikan lebih cepat akan mengurangi biaya.
Baca Juga: 10 Hobi Orang Introvert yang Bisa Jadi Sumber Kebahagiaan
Perawatan CVT motor dapat dilakukan sendiri untuk maintenance rutin. Namun, perbaikan serius memerlukan teknisi berpengalaman. Kunci adalah konsistensi dalam perawatan dan tidak mengabaikan gejala awal kerusakan.
Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News
Editor : Ali Sodiqin