RADARSITUBONDO.ID - Busi adalah komponen penting dalam sistem pembakaran motor yang memicu ledakan campuran bahan bakar dan udara.
Kerusakan busi drastis menurunkan performa motor dan bisa menyebabkan mesin mati. Mengenali kerusakan busi sejak awal penting untuk mencegah kerusakan mesin lainnya.
Baca Juga: Daftar Komponen CVT yang Wajib Diganti Saat Motor Matic Gredek
Tanda-Tanda Busi Motor Bermasalah
Mesin Sulit Dihidupkan
Gejala umum busi rusak adalah mesin yang sulit dihidupkan. Ini disebabkan percikan api busi yang lemah atau tidak ada, membuat starter berputar lebih lama.
Putaran Mesin Tidak Stabil (Brebet)
Motor dengan busi rusak mengalami putaran mesin tidak rata, terutama saat stasioner, dengan suara kasar dan getaran tidak normal. Ini akibat pembakaran tidak sempurna.
Baca Juga: Daftar Komponen CVT yang Wajib Diganti Saat Motor Matic Gredek
Tenaga Motor Berkurang
Motor terasa berat dan kurang bertenaga saat berkendara, meski gas sudah ditarik penuh. Akselerasi lambat, terutama saat melewati tanjakan.
Konsumsi Bahan Bakar Boros
Pembakaran tidak optimal akibat busi rusak menyebabkan motor membutuhkan lebih banyak bensin, sehingga konsumsi BBM meningkat.
Asap Knalpot Hitam atau Putih
Warna asap knalpot bisa mengindikasikan kerusakan busi. Asap hitam menunjukkan pembakaran tidak sempurna, sementara asap putih tebal menunjukkan oli terbakar akibat celah elektroda yang lebar.
Backfire atau Suara Letupan
Motor dengan busi rusak sering mengalami backfire, suara letupan dari knalpot atau karburator, akibat timing pembakaran tidak tepat.
Baca Juga: Samsung Galaxy Tab S10 Lite Resmi di Indonesia: Review Lengkap Harga dan Spesifikasi Terbaru 2025
Penyebab Kerusakan Busi Motor
Busi bisa rusak karena beberapa faktor, seperti:
- Usia pemakaian mencapai batas maksimal (umumnya 10.000-15.000 km untuk busi standar)
- Kualitas bahan bakar rendah atau kotor
- Setting karburator tidak tepat, menyebabkan campuran terlalu kaya atau miskin
- Kondisi filter udara kotor yang mengganggu suplai udara bersih
- Kebocoran oli masuk ke ruang bakar dan elektroda busi
Baca Juga: 2 Keuntungan Jalan Tol Probowangi Tersambung dan Beroperasi ke Situbondo
Cara Mengatasi Busi Motor Rusak
Pembersihan Busi
Untuk busi yang tidak parah, lakukan pembersihan dengan:
- Sikat kawat halus untuk mengikis kerak karbon
- Cairan pembersih atau bensin untuk melarutkan kotoran
- Amplas halus untuk membersihkan elektroda yang berkerak
Baca Juga: IHC RS Elizabeth Situbondo Punya Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Baru
Penyetelan Celah Elektroda
Celah elektroda busi harus sesuai spesifikasi (umumnya 0,6-0,8 mm). Gunakan feeler gauge dan tang untuk menyetel celah.
Penggantian Busi Baru
Jika busi sudah parah atau mencapai batas usia pakai, ganti dengan yang baru. Pilih busi sesuai spesifikasi motor dan merek terpercaya. Pastikan pemasangan tidak terlalu kencang untuk menghindari kerusakan ulir.
Perawatan Sistem Pendukung
Lakukan perawatan pada komponen pendukung seperti membersihkan filter udara, menyetel karburator, dan memastikan tidak ada kebocoran oli. Ini penting agar busi baru tidak cepat rusak.
Tips Perawatan Agar Busi Awet
Untuk menjaga busi tetap prima:
- Lakukan pemanasan mesin secara rutin, jangan gas tinggi saat mesin dingin.
- Gunakan bahan bakar berkualitas baik sesuai oktan yang direkomendasikan.
- Rutin bersihkan atau ganti filter udara.
- Hindari penggunaan oli berkualitas rendah.
- Periksa busi setiap 3.000-5.000 km.
Baca Juga: PUPR Pamer Banyuwangi-Probolinggo Jadi Cuma 2 Jam dengan Hadirnya Jalan Tol Probowangi
Dengan mengenali ciri kerusakan busi dan melakukan perawatan yang tepat, Anda dapat menjaga performa motor optimal dan mencegah kerusakan lebih serius pada komponen mesin lainnya.
Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News
Editor : Ali Sodiqin