RADARSITUBONDO.ID - Busi adalah komponen penting dalam sistem pembakaran mesin motor yang memicu percikan api untuk membakar campuran bahan bakar dan udara. Komponen kecil ini menentukan performa, efisiensi bahan bakar, dan keandalan mesin motor.
Secara teknis, busi mengubah energi listrik bertegangan tinggi dari sistem pengapian menjadi percikan listrik ber suhu tinggi yang membakar campuran udara dan bahan bakar secara sempurna. Tanpa busi yang berfungsi baik, mesin motor tidak bisa menyala atau beroperasi.
Baca Juga: Jalan Tol Semarang-Demak, Lebih dari Sekedar Akses Penghubung, Juga Berfungsi Sebagai Tanggul Laut
Cara Kerja Busi Motor
Proses kerja busi dimulai saat sistem pengapian mengirimkan arus listrik tinggi sekitar 20.000-50.000 volt ke elektroda tengah. Tegangan tinggi ini menciptakan loncatan listrik antara elektroda tengah dan elektroda massa yang berjarak 0,6-1,3 milimeter.
Percikan api yang dihasilkan mencapai suhu ekstrem 3.000 derajat Celsius, cukup untuk membakar campuran bahan bakar dan udara dalam ruang pembakaran.
Timing pengapian sangat penting dan diatur oleh sistem CDI atau sistem pengapian konvensional sesuai putaran mesin dan beban kerja.
Proses pembakaran yang dipicu busi menghasilkan ledakan terkendali yang mendorong piston, menggerakkan connecting rod, dan memutar crankshaft untuk menghasilkan tenaga mesin. Siklus ini berlangsung terus menerus selama mesin beroperasi, dengan busi memicu ribuan percikan per menit.
Baca Juga: Daftar Komponen CVT yang Wajib Diganti Saat Motor Matic Gredek
Komponen-Komponen Busi
Elektroda Tengah
Elektroda tengah terbuat dari logam tahan suhu tinggi dan korosi, seperti nikel, platinum, atau iridium. Diameter elektroda ini sekitar 1,5-2,5 milimeter dan berfungsi sebagai kutub positif.
Baca Juga: Samsung Galaxy Tab S10 Lite Resmi di Indonesia: Review Lengkap Harga dan Spesifikasi Terbaru 2025
Isolator Keramik
Isolator keramik aluminium oksida memisahkan elektroda tengah dari body busi. Material ini mampu menahan suhu hingga 1.000 derajat Celsius dan tekanan kompresi ekstrem.
Elektroda Massa
Elektroda massa terhubung dengan body busi dan berfungsi sebagai kutub negatif. Jarak antara elektroda tengah dan massa harus diatur presisi, biasanya 0,6-0,8 milimeter untuk motor bebek dan 0,8-1,0 milimeter untuk motor sport.
Baca Juga: 3 Keunikan Jalan Tol Semarang-Demak di Jawa Tengah
Body/Housing Busi
Body busi terbuat dari baja berkualitas tinggi dengan ulir standar M10, M12, atau M14 sesuai spesifikasi mesin. Bagian ini dilengkapi dengan heat range untuk menentukan kemampuan busi menyerap dan membuang panas.
Baca Juga: IHC RS Elizabeth Situbondo Punya Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Baru
Gasket/Ring Penyekat
Gasket tembaga atau baja menyekat ruang pembakaran agar tidak bocor antara busi dan kepala silinder. Komponen ini harus diganti setiap kali busi dibongkar untuk memastikan penyegelan sempurna.
Baca Juga: IHC RS Elizabeth Situbondo Punya Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Baru
Terminal/Konektor
Terminal atas menghubungkan busi dengan kabel tegangan tinggi dari koil pengapian. Beberapa busi dilengkapi dengan resistor internal untuk meredam interferensi elektromagnetik pada sistem elektronik motor.
Kondisi busi yang baik mempengaruhi akselerasi, konsumsi bahan bakar, emisi gas buang, dan kemudahan starter mesin. Busi yang aus atau kotor dapat menyebabkan mesin brebet, boros BBM, tenaga menurun, dan kesulitan menyala.
Perawatan rutin dan penggantian busi sesuai interval pabrikan sangat penting untuk menjaga performa motor.
Ikuti terus berita ter-update Radar Situbondo di Google News
Editor : Ali Sodiqin