RADARSITUBONDO.ID - Masalah motor yang brebet atau terhenti saat berkendara seringkali mengganggu kenyamanan saat berkendara.
Salah satu penyebab utamanya adalah memakai bahan bakar yang kualitasnya buruk, yang membuat proses pembakaran di mesin tidak berjalan dengan baik.
Bahan bakar yang tidak berkualitas dapat menyumbat injektor karena ketidakstabilan densitas dan adanya kotoran, sehingga aliran bahan bakar menjadi terhambat.
Baca Juga: Kondisi Kritis Ayah Jerome Polin Berakhir Duka, Sang YouTuber Bagikan Pesan Menyentuh
Gunakan BBM Sesuai Spesifikasi Pabrikan
Langkah pertama yang penting adalah memilih bahan bakar dengan angka oktan (RON) yang sesuai dengan saran dari buku manual kendaraan.
Motor injeksi modern biasanya membutuhkan setidaknya RON 90, sementara motor sport disarankan memakai RON 92.
Penting untuk diingat bahwa angka RON yang terlalu tinggi malah bisa menjadi masalah, karena bisa menyebabkan pembakaran yang tidak sempurna dan menghasilkan jelaga karbon di busi.
Baca Juga: Jerome Polin Tak Kuasa Menahan Tangis, Ayahnya Wafat Usai Sakit Keras yang Mendadak Memburuk
Lakukan Perawatan Berkala
Melakukan tune up secara rutin sangat penting untuk menjaga mesin tetap awet. Untuk kendaraan Jepang, perawatan ideal dilakukan setiap 4.000 hingga 6.000 kilometer.
Dalam perawatan ini, pastikan busi diperiksa dan diganti jika elektroda sudah tipis atau setelah menempuh jarak 8.000 kilometer, karena percikan api yang lemah bisa menyebabkan motor brebet.
Filter udara juga harus diperhatikan. Jika filter tersumbat debu, maka aliran udara ke ruang bakar akan terhambat, membuat campuran antara bahan bakar dan udara menjadi tidak seimbang.
Bersihkan filter secara berkala atau ganti setiap 8.000-12.000 kilometer untuk motor dengan filter kertas. Tidak kalah penting, filter bensin juga harus selalu bersih agar kotoran tidak masuk ke sistem pembakaran.
Perhatikan Kebersihan Sistem Bahan Bakar
Untuk motor injeksi, injektor yang bersih sangat penting karena tugasnya adalah menyemprotkan bensin ke ruang bakar dengan tepat.
Bersihkan injektor di bengkel resmi menggunakan cairan khusus dan periksa juga tekanan alirannya. Sementara untuk motor dengan karburator, pastikan saluran bahan bakar tidak tersumbat dengan melakukan pembersihan secara berkala dengan cairan khusus.
Baca Juga: Tipis Tapi Tangguh! Moto X70 Air Hadir dengan Baterai 4.800mAh di Bodi 6mm
Waspadai Kontaminasi Air
Air yang masuk ke tangki bahan bakar bisa menyebabkan masalah serius karena mengganggu proses pembakaran. Titik didih air yang lebih tinggi dibandingkan bensin membuat percikan api busi sulit untuk membakar campuran tersebut dengan baik.
Jika motor mulai brebet setelah mengisi bahan bakar, segera kosongkan tangki dan periksa ada tidaknya air atau kotoran. Hindari mencuci motor dengan menyemprot air langsung ke area tangki bensin, dan pilih SPBU yang terpercaya agar risiko kontaminasi bisa diminimalkan.
Baca Juga: Mau Beli OPPO Find X9 Pro? Simak Dulu Panduan Lengkapnya!
Bijak Menggunakan Aditif Bahan Bakar
Menggunakan aditif bahan bakar boleh saja, tapi harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak langsung dalam jumlah banyak. Pilihlah produk dari merek yang sudah terpercaya dan terbukti kualitasnya.
Aditif yang baik dapat membantu menjaga kebersihan sistem bahan bakar dan mencegah terbentuknya endapan yang dapat merugikan kinerja mesin.
Dengan menggunakan saran pencegahan ini secara rutin, kinerja motor akan tetap baik dan terhindar dari masalah brebet yang bisa mengganggu kenyamanan saat berkendara. Selain itu, jika dibiarkan, masalah ini bisa merusak mesin secara permanen.
Editor : Ali Sodiqin