Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Tesla Tumbang! BYD Buktikan China Kuasai Pasar Mobil Listrik Global

Bayu Shaputra • Minggu, 4 Januari 2026 | 20:15 WIB
BYD M9 resmi meluncur di pasar China.
BYD M9 resmi meluncur di pasar China.

RADARSIITUBONDO.ID - Sebuah era baru telah dimulai dalam sektor mobil listrik di seluruh dunia. Perusahaan otomotif dari China, BYD (Build Your Dream), secara resmi mengalahkan Tesla untuk meraih posisi sebagai produsen mobil listrik berbaterai murni terbesar di dunia pada tahun 2025.

BYD berhasil menjual 2,26 juta unit kendaraan listrik berbaterai (BEV) sepanjang tahun 2025, meningkat sebesar 27,9 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Angka tersebut jauh melebihi penjualan Tesla yang hanya mencapai 1,64 juta unit, atau mengalami penurunan sekitar 8 persen dari tahun 2024. Ini menjadi penurunan penjualan tahunan kedua yang dialami perusahaan yang dimiliki Elon Musk tersebut.

 Baca Juga: Caracas Diguncang Ledakan, Presiden Maduro Umumkan Keadaan Darurat Atas Serangan AS

Keberhasilan BYD semakin memukau, mengingat mereka juga mencatatkan total penjualan 4,6 juta unit kendaraan energi baru (NEV), termasuk mobil listrik murni dan plug-in hybrid.

Bahkan di pasar Eropa, BYD berhasil mengungguli Tesla untuk kali pertama pada Mei 2025 dengan mencetak 7. 231 pendaftaran kendaraan listrik, sementara Tesla hanya mencatat 7. 165 unit.

Salah satu faktor kunci dari keberhasilan BYD adalah strategi harga yang kompetitif. Meskipun Uni Eropa memberlakukan tarif tambahan 17 persen bagi BYD di atas tarif impor standar 10 persen, harga mobil BYD tetap lebih bersahabat. Model BYD Dolphin dibandrol mulai dari €35. 500, lebih murah dibandingkan Tesla Model 3 yang dijual dengan harga €41.000.

 Baca Juga: Formasi 3-4-2-1 Sang Maestro John Herdman, Akankah Indonesia Menggila di Asia?

Di sisi lain, Tesla menghadapi tantangan yang signifikan. Penjualan mereka terganggu oleh persaingan yang intens dari produsen asal China serta dampak negatif dari reputasi Elon Musk akibat aktivitas politiknya yang kontroversial.

Dukungan Musk terhadap Donald Trump dan penunjukannya untuk memimpin Department of Government Efficiency memicu aksi protes di berbagai showroom Tesla di Eropa dan Amerika Serikat.

Ironisnya, pencapaian ini muncul setelah Musk pernah meremehkan produk BYD dengan tawa. Saat ini, perusahaan yang dulunya dianggap remeh tersebut telah merebut posisi Tesla sebagai pemimpin dalam industri mobil listrik global, menandakan pergeseran kekuatan dalam sektor otomotif dari Barat ke Timur.

Editor : Ali Sodiqin
#Produsen mobil listrik #Tesla #BYD