RADARSITUBONDO.ID - Pemerintah China resmi melarang penggunaan gagang pintu tersembunyi pada kendaraan listrik. Kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT) itu menjadikan China sebagai negara pertama di dunia yang secara khusus mengatur desain pintu mobil listrik yang selama ini identik dengan merek Tesla.
Dalam regulasi yang diumumkan pada Senin (2/1), setiap kendaraan yang dipasarkan di China diwajibkan memiliki sistem pembuka pintu mekanis, baik dari sisi luar maupun dalam kabin.
Aturan ini akan mulai diberlakukan pada 1 Januari 2027, dengan masa penyesuaian hingga Januari 2029 bagi model yang telah lebih dulu mendapatkan persetujuan.
Baca Juga: Pelaku Pelemparan Flare ke Emil Audero Kehilangan Tiga Jari Akibat Ledakan
Penerbitan aturan tersebut dilatarbelakangi sejumlah kecelakaan fatal yang menewaskan sedikitnya 15 orang. Dalam beberapa kasus, korban tidak dapat keluar dari kendaraan akibat gagang pintu elektronik gagal berfungsi saat terjadi tabrakan atau kebakaran.
Temuan Bloomberg juga mencatat lebih dari 140 pengaduan konsumen kepada otoritas keselamatan Amerika Serikat yang berkaitan dengan masalah gagang pintu di berbagai model Tesla.
Melalui standar baru ini, produsen diwajibkan menyediakan celah pegangan luar dengan ukuran minimal 6 sentimeter x 2 sentimeter agar mudah digenggam. Selain itu, pintu kendaraan harus dilengkapi petunjuk yang jelas mengenai cara membuka pintu dari dalam.
Selama ini, sistem pembuka elektronik dinilai berisiko karena bisa tidak berfungsi saat terjadi benturan atau saat daya baterai habis, sementara mekanisme cadangan mekanis kerap tersembunyi dan sulit diakses dalam kondisi darurat.
Baca Juga: Rivalitas Klasik Asia Tenggara, Indonesia Hadapi Vietnam di Babak 8 Besar Piala Asia Futsal
Penyusunan regulasi melibatkan lebih dari 100 pakar industri dan sekitar 40 produsen otomotif, termasuk perusahaan domestik seperti BYD, Geely, SAIC, dan Xiaomi, serta pabrikan global seperti General Motors, Ford, Hyundai, dan Toyota. Namun, Tesla tidak tercantum sebagai pihak yang terlibat langsung dalam perumusan standar tersebut.
Meski kebijakan ini hanya berlaku di China, dampaknya diperkirakan akan meluas ke pasar global. Pasalnya, China merupakan pasar otomotif terbesar di dunia.
Sejumlah produsen disebut telah menyatakan kesiapan mengikuti aturan anyar tersebut, meski konsekuensinya adalah biaya redesain kendaraan yang tidak sedikit.
Gagang pintu tersembunyi sebelumnya banyak digunakan untuk meningkatkan aerodinamika sekaligus menghadirkan kesan futuristik pada mobil listrik. Namun kini, aspek keselamatan penumpang dinilai jauh lebih penting dibandingkan estetika desain.
Editor : Ali Sodiqin