Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Honda Batalkan Mobil Listrik Afeela dan Seri 0, Proyek Bareng Sony Resmi Dihentikan

Bayu Shaputra • Sabtu, 28 Maret 2026 | 14:00 WIB
Mobil listrik proyek Sony dan Honda. (Antuan Goodwin/CNET)
Mobil listrik proyek Sony dan Honda. (Antuan Goodwin/CNET)

 

RADARSITUBONDO.ID - Honda Motor Co. resmi mengumumkan pembatalan peluncuran mobil listrik hasil kolaborasi dengan Sony Group Corporation. Proyek yang sebelumnya digadang sebagai masa depan mobilitas tersebut kini dihentikan sebelum masuk tahap produksi massal.

Keputusan ini tidak berdiri sendiri. Pembatalan tersebut merupakan imbas dari penghentian proyek mobil listrik Seri 0 yang sebelumnya telah diumumkan Honda.

Perubahan strategi ini berdampak langsung pada seluruh rencana pengembangan kendaraan listrik, termasuk sedan listrik Afeela 1 serta SUV listrik yang sempat diperkenalkan di Las Vegas awal tahun ini.

Baca Juga: John Herdman Targetkan Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2030

Pembatalan Seri 0 menjadi titik balik penting bagi Honda. Perusahaan mengakui bahwa keputusan tersebut telah mengubah prinsip operasional bisnis secara mendasar, khususnya dalam pemanfaatan teknologi dan aset.

Honda bersama Sony kini akan meninjau ulang arah bisnis usaha patungan mereka, Sony Honda Mobility (SHM), guna mengevaluasi kembali tujuan awal yang berfokus pada pengembangan produk mobilitas bernilai tambah tinggi serta layanan pendukungnya.

Dalam siaran pers resmi, Honda menjelaskan bahwa sejak didirikan pada September 2022, SHM memang ditujukan untuk menggabungkan kekuatan teknologi Sony dengan keahlian otomotif Honda.

Namun, evaluasi ulang strategi elektrifikasi yang diumumkan pada 12 Maret 2026, ditambah dinamika pasar kendaraan listrik global, telah mengubah asumsi dasar bisnis tersebut.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Melejit! Antam dan Pegadaian Kompak Naik, Cek Rincian Terbarunya

Situasi ini membuat kedua perusahaan mengambil langkah tegas dengan menghentikan pengembangan dan peluncuran lini Afeela, termasuk model sedan dan SUV.

Tak hanya itu, proyek lain seperti 0 Saloon dan 0 SUV yang masuk dalam 0 Series, serta Acura RSX untuk pasar Amerika Serikat, juga ikut dibatalkan. Padahal, kedua model 0 Series tersebut direncanakan mulai diproduksi di Amerika Serikat dalam waktu dekat.

Dari sisi keuangan, Honda memperkirakan akan mencatat kerugian dalam laporan konsolidasi tahun fiskal yang berakhir Maret 2026.

Bisnis otomotif perusahaan menghadapi tekanan besar, terutama akibat ketidakmampuan merespons perubahan pasar secara fleksibel. Kondisi ini diperparah oleh penurunan profitabilitas kendaraan berbahan bakar bensin dan hybrid, serta dampak kebijakan tarif baru.

Senada dengan Honda, pihak Afeela juga mengumumkan penghentian proyeknya. Dalam pernyataan resmi, SHM memastikan tidak akan melanjutkan pengembangan Afeela 1 maupun model lain ke depan. Mereka juga akan berdiskusi lebih lanjut dengan induk perusahaan masing-masing untuk menentukan arah bisnis selanjutnya.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Melejit! Antam dan Pegadaian Kompak Naik, Cek Rincian Terbarunya

Keputusan ini berkaitan erat dengan strategi baru Honda di sektor elektrifikasi. SHM disebut tidak lagi dapat mengandalkan dukungan teknologi dari Honda seperti sebelumnya. Dalam kondisi tersebut, perusahaan menilai tidak ada pendekatan rasional untuk memasarkan lini Afeela sesuai rencana awal.

Sebagai konsekuensi, SHM akan mengembalikan dana pemesanan konsumen di Amerika Serikat. Sebelumnya, pada 2025, Afeela sempat membuka pre-order dengan uang muka sebesar USD 200 atau sekitar Rp 3,2 juta. Produksi mobil listrik ini rencananya dilakukan di Ohio dengan pemasaran terbatas di California.

Afeela semula menawarkan dua varian, yakni Origin dan Signature. Varian Origin dibanderol sekitar Rp 1,4 miliar dengan estimasi pengiriman pada 2027. Sementara itu, tipe Signature yang memiliki fitur lebih lengkap dipasarkan sekitar Rp 1,6 miliar dan dijadwalkan meluncur lebih awal.

Baca Juga: Pursuit of Jade, Drama China Paling Viral 2026 dengan Kisah Cinta dan Perang yang Bikin Baper

Harga tersebut mencakup berbagai layanan berbasis teknologi, mulai dari sistem bantuan pengemudi Afeela Intelligent Drive dengan ADAS dan kemampuan otonom Level 2, layanan hiburan imersif, konektivitas 5G, hingga asisten personal digital.

Manuver ini menambah daftar panjang perusahaan teknologi yang gagal mewujudkan ambisi di sektor kendaraan listrik. Sebelumnya, Apple Inc. juga mengambil langkah serupa dengan menghentikan proyek mobil listriknya.

Ke depan, Afeela menyatakan akan memberikan informasi lanjutan terkait nasib perusahaan. Sementara itu, langkah Honda dan Sony menjadi sinyal kuat bahwa dinamika industri kendaraan listrik global masih penuh ketidakpastian dan tantangan besar.

Editor : Bayu Shaputra
#Sony #Afeela #mobil listrik #honda