Radarsitubondo.id - Ferrari Luce yang sempat menjadi sasaran kritik tajam saat pertama kali diperkenalkan justru mencuri perhatian dunia lewat sebuah transaksi spektakuler. Unit produksi pertamanya, yang dikenal dengan kode “Chassis 0”, berhasil terjual dalam lelang amal dengan harga mencapai 40 juta dollar AS atau sekitar Rp712 miliar.
Lelang tersebut digelar oleh RM Sotheby's di California, Amerika Serikat. Nilai transaksi yang fantastis itu bahkan jauh melampaui perkiraan sebelumnya dan menjadi salah satu penjualan mobil baru dengan harga tertinggi yang pernah tercatat.
Harga yang dicapai Ferrari Luce Chassis 0 terbilang luar biasa jika dibandingkan dengan banderol Luce versi standar. Nilai lelangnya disebut mencapai lebih dari 60 kali lipat harga jual model regulernya di pasar.
Namun, tingginya harga tersebut tidak semata-mata ditentukan oleh spesifikasi mobil. Status sebagai unit pertama Ferrari Luce membuat kendaraan ini memiliki nilai historis yang sangat tinggi bagi kolektor.
Chassis 0 menjadi bagian penting dari perjalanan Ferrari memasuki era kendaraan elektrifikasi. Karena itu, mobil tersebut dipandang bukan hanya sebagai kendaraan, tetapi juga sebagai bagian dari sejarah perkembangan Ferrari.
Fenomena ini terasa semakin menarik karena respons terhadap Ferrari Luce sempat berbanding terbalik dengan hasil lelangnya.
Ketika Ferrari mengumumkan harga resmi Luce pada Mei lalu, desain serta banderol mobil tersebut mendapatkan kritik dari sejumlah penggemar. Reaksi negatif tersebut bahkan ikut memberikan tekanan terhadap saham Ferrari di Bursa Milan.
Kontroversi mengenai desain dan harga membuat peluncuran Luce sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar otomotif.
Kini, situasinya berubah drastis. Unit pertama Ferrari Luce justru berhasil mencapai harga lelang yang fantastis dan menarik perhatian kolektor dari berbagai kalangan.
Ferrari Luce yang dilelang juga bukan unit produksi biasa. Chassis 0 mendapatkan konfigurasi khusus melalui program personalisasi Ferrari Tailor Made.
Program tersebut memungkinkan kendaraan mendapatkan sentuhan khusus yang membuatnya semakin eksklusif. Ditambah statusnya sebagai unit pertama dari lini Luce, nilai koleksinya pun meningkat secara signifikan.
Bagi kolektor, kombinasi antara nomor sasis pertama, konfigurasi khusus, serta posisi Luce sebagai tonggak elektrifikasi Ferrari menjadi daya tarik yang sulit ditemukan pada mobil lain.
Baca Juga: Mengerikan! Wabah Ebola di Kongo Makin Tak Terkendali, WHO Khawatir Bisa Pecahkan Rekor Kematian
Selain nilai historis dan eksklusivitas mobil, faktor sosial turut menjadi bagian penting dari lelang tersebut.
Seluruh hasil penjualan Ferrari Luce Chassis 0 direncanakan digunakan untuk mendukung program pendidikan. Dengan demikian, pembelian mobil seharga Rp712 miliar tersebut tidak hanya menawarkan kesempatan memiliki kendaraan yang sangat langka, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap kegiatan sosial.
Kombinasi antara sejarah, kelangkaan, personalisasi, serta tujuan amal inilah yang diyakini menjadi faktor kuat di balik persaingan para kolektor dalam mendapatkan Ferrari Luce Chassis 0.
Perjalanan Ferrari Luce Chassis 0 menunjukkan bagaimana sebuah mobil yang sempat mendapatkan kritik dapat berubah menjadi barang koleksi bernilai luar biasa.
Dari kontroversi mengenai desain dan harga, Ferrari Luce kini justru mencatat transaksi fantastis sebesar 40 juta dollar AS atau sekitar Rp712 miliar.
Bagi Ferrari, Chassis 0 bukan sekadar mobil listrik. Unit tersebut menjadi simbol awal perjalanan merek asal Italia itu menuju era elektrifikasi sekaligus memiliki nilai historis yang membuatnya sangat menarik di mata kolektor.
Sementara bagi dunia otomotif, penjualan ini menjadi bukti bahwa kelangkaan, sejarah, eksklusivitas, dan tujuan sosial dapat membuat sebuah mobil mencapai nilai yang jauh melampaui harga pasar kendaraan sejenis.(*)
Editor : Titin Wulandari