RadarSitubondo.id – Upaya SMAN 1 Panji, Situbondo, menerapkan program double track membuahkan hasil.
Terbukti, dari beberapa sekolah menengah atas di Jawa Timur yang ikut dalam kejuaraan Millineal Enterpreneur Award (MEA) tahun 2023 oleh Pemprov Jatim, SMAN 1 Panji menjadi lembaga yang paling banyak mendapatkan piagam dari Gubernur Jawa Timur (Jatim).
Yakni sebagai sekolah pendukung digitalisasi, serta pelaksanaan Festival Ramadan terbaik, desain kaos t-shirt dan terbaik kedua dalam merias wajah panggung.
Kepala SMAN 1 Panji, Gatot Dwi Pujihandoko mengatakan, keberhasilan sekolahnya dalam meraih prestasi karena mendapat dorongan besar dari siswa dan siswi. Sehingga, sistem pendidikan yang diterapkan dapat terlaksana dengan maksimal.
“Seperti program double track yang saat ini dikembangkan di SMAN 1 Panji. Program tersebut mendidik anak untuk memiliki keterampilan,” ujarnya, Minggu (29/10).
Gatot menyatakan, program double track yang saat ini dikembangkan oleh SMAN 1 Panji dalam rangka mengasah keterampilan siswa layaknya seperti sistem sekolah menengah kejuruan (SMK).
Ketika lulus, para siswa pun tidak lagi kebingungan dengan bekal yang sudah dimiliki.
“Dari beberapa penghargaan ini misalnya, semua merupakan inovasi siswa dan siswi SMAN 1 Panji. Jadi tidak hanya sekedar memiliki bekal keilmuan saja, melainkan keterampilan yang luar biasa sehingga menjadi juara,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Pendidikan (kacabdin) wilayah Bodowoso-Situbondo, Slamet Riyadi mengatakan, dari beberapa sekolah yang mengikuti lomba MEA di Bondowoso-Situbondo, hanya SMAN 1 Panji yang paling banyak menerima piagam tersebut.
“Alhamdulillah, khususnya di Situbondo ada enam SMA yang menerima piagam penghargaan Gubernur. Namun, yang paling banyak menerima piagam itu SMA 1 Panji,” ucapnya.
Slamet menilai, bahwa SMAN 1 Panji mampu memaksimalkan program double track tersebut untuk diterapkan langsung kepada para peserta didik. Manfaatnya terbukti dengan banyaknya penghargaan yang bisa diraih.
“Akhirnya Situbondo bisa berbicara tentang double track. Bahwa sistem tersebut manfaatnya sangat baik, terbukti di SMAN 1 Panji yang mendapat piagam dari Gubernur Jatim,” ungkapnya.
Slamet berharap, semua sekolah dapat mengikuti dan menerapkan sistem double track tersebut. Namun, tetap harus disesuaikan dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki masing-masing sekolah.
Sebab, sekolah yang ada di dekat pantai, berbeda dengan sekolah yang ada di dataran tinggi terkait sumber daya alam yang dimiliki. Sehingga, program tersebut dapat memberikan dampak yang positif.
“Jadi itu tergantung dari kearifan sekolah. Misalnya terkait sumber daya manusia yang ingin dilatih itu melihat sumber daya alamnya. Ini akan jauh lebih efektif,” harapnya.
Selain itu, Slamet mengaku, mengapresiasi keberhasilan SMAN 1 Panji. Ke depan, sekolah harus mampu mensoasialisasikan program tersebut kepada sekolah yang lain.
“Yang jelas sekolah yang sudah memanfaatkan double track, sudah dapat mengembangkan program tersebut. Sehingga SMA dan SMK bisa bersaing dalam memberikan keterampilan terhadap peserta didik,” pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin