RadarSitubondo.id – Kepala cabang dinas (kacabdin) pendidikan wilayah Bondowoso-Situbondo, Slamet Riyadi meminta agar pihak sekolah melakukan pembinaan terhadap pelajar yang ngamar dengan pacarnya di tempat kos. Upaya tersebut untuk mencegah agar perbuatan yang dilakukan tidak terulang kembali.
Pria yang akrab disapa Slamet itu menjelaskan, kasus yang mencoreng nama baik lembaga harus disikapi dengan bijak. Sekolah harus lebih intens melakukan pengawasan terhadap para peserta didik. "Kami minta agar sekolah melakukan pembinaan dulu. Sekolah memberikan arahan kepada siswa yang bersangkutan," ujarnya, Selasa (31/10) kemarin.
Dikatakan, ke depan sekolah lebih intens memberikan pendidikan karakter kepada para murid. Ini untuk mencegah terjadinya kasus asusila yang marak terjadi di kalangan pelajar.
Slamet menjelaskan, pendidikan karakter dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan potensi siswa. Hal itu bentuk tanggungjawab guru agar dapat menjadikan seorang peserta didik terus berkembang. Sehingga, anak akan lebih fokus untuk belajar dari pada melakukan perbuatan yang merugikan. “Agar tidak terjaring pergaulan bebas, maka sekolah wajib menanamkan nilai-nilai karakter yang baik terhadap peserta didik,” jelasnya.
Masih kata Slamet, selain penanaman karakter tersebut sekolah juga harus melakukan pengawasan ekstra. Sehingga, tingkah langkuh para peserta didik dapat terkontrol. Itu dilakukan dengan meningkatkan nilai kedisipinan pada para siswa di sekolah. “Ya, perlunya penekanan disiplin. Sehingga, pendidikan karakter ini bisa langsung mudah dipahami siswa dan siswi di kelas,”pungkasnya.
Diberitakan, dua pasangan siswa-siswi yang masih duduk di bangku SMK diamankan petugas satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), Senin (30/10) lalu. Mereka digrebek saat berada dalam salah satu kamar kost di wilayah kota. Ironisnya, saat diamankan pakaian mereka sudah acak-acakan. (wan/pri)
Editor : Bayu Saksono