Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

UNARS Situbondo dan UBAYA Berkolaborasi, Membuat Sentra Rumah Pengering Tenaga Surya Hybrid di Desa Kayumas

Edy Supriyono • Kamis, 2 November 2023 | 04:31 WIB
BERMANFAAT: Universitas Abdurahman Saleh (UNARS) Situbondo dan Universitas Surabaya (UBAYA) melakukan serah terima alat pengering tenaga surya hybrid kepada kelompok tani Dusun Alun Alun, Desa Kayumas
BERMANFAAT: Universitas Abdurahman Saleh (UNARS) Situbondo dan Universitas Surabaya (UBAYA) melakukan serah terima alat pengering tenaga surya hybrid kepada kelompok tani Dusun Alun Alun, Desa Kayumas

RadarSitubondo.id  – Universitas Abdurahman Saleh (UNARS) Situbondo dan Universitas Surabaya (UBAYA) melakukan serah terima alat pengering tenaga surya hybrid kepada kelompok tani Dusun Alun Alun, Desa Kayumas, Rabu (25/10) lalu.

Program ‘KOSABANGSA’ kolaborasi sosial membangun masyarakat ini merupakan salah satu program bergengsi di Kemdikbud saat ini.

Dr. Hazrulm Iswadi, S.Si, M.Si bersyukur karena UNARS dan UBAYA telah terpilih menjadi salah satu tim yang menyampaikan amanah dari pemerintah untuk membangun masyarakat desa terpilih itu.

“Ini adalah alat pengering tenaga surya sistem hybrid. Bisa dipakai mengeringkan hasil pertanian sebagai proyeksi daerah ini, bisa jahe, kopi, kunyit dan hasil pertanian lainnya.“ jelasnya.

Sementara itu, Prof. Elieser Tarigan, S.Si., M.Eng., Ph.D selaku ketua pendamping dari UBAYA dalam program KOSABANGSA menyampaikan, alat pengering tersebut sistem kerjanya dengan mengeringkan menggunakan tenaga surya.

Namun, tenaga surya tidak hanya diambil panasnya. Tapi juga bisa menjadi energi listrik. 

“Listrik itu dipakai untuk tenaga sirkulasi udara yang menggunakan blower dan kipas  serta mengunakan sistem sel surya. “, tegasnya

Prof Elieser menambahkan, dengan alat tersebut maka pengeringan bisa lebih merata dan terlaksana terus-menerus.

“Kita juga pakai sistem Hybrid artinya kalau misalnya jika pengeringannya bisa dibutuhkan secara berkelanjutan, kita bisa memanfaatkan sistem backup yaitu dengan menggunakan bahan bakar bisa kayu bakar, kayu api, sisa-sisa pertanian dan sebagainya. Jadi itu ada tungku di balik rumah pengeringnya,” imbuhnya. 

Dia menerangkan, dalam tungku ada proses pembakaran bahan bakar. Panas yang dihasilkan, akan disalurkan ke dalam rumah pengering.

Photo
Photo

Langkah semacam ini bisa dilakukan manakala sinar matahari tidak ada, atau pun pada malam hari. Sehingga pengering ini diharapkan bisa berfungsi secara terus menerus hingga produk benar-benar kering.  Jadi kami harapkan alat ini bisa bermanfaat bagi petani di daerah ini,  tegasnya.

Ketua pelaksana program, Ibu Dr. Sulistyaningsih menambahkan bahwa sebelum serah terima dilakukan,  juga ada pelatihan tentang bagaimana penanggulangan penyakit pada tanaman jahe, sehingga hasil panen jahe bisa optimal.

“Kami merasa sangat perlu melakukan pelatihan pengulangan penyakit ini terutama penanggulang Fusarium, s.p ya, karena Kalau panen gagal, alatnya tidak akan bisa difungsikan juga,“ jelasnya.

Acara ini juga dihadiri PPL atau Penyuluh Pertanian dari Dinas Pertanian, Bu Mei, S.P dan Erfan Trisulo, SP., “ya, kita kolaborasi dengan PPL, karena nantinya yang akan instens komunikasi dengan petani adalah PPL. Jadi kita bersinergi dengan PPL sekalian evaluasi keberlanjutan alat ini ke depannya gimana, “ tambah Ibu Yasmini Surayningsih, M.P, selaku Anggota pelaksana program.

Program ini tidak hanya sampai di sini. Akan ada serangkaian program yang akan dilakukan selanjutnya.

Ibu Ani Listriyana, S.Si, M.T selaku anggota pelaksana , menuturkan , “ nanti kami akan ada pelatihan pengemasan juga untuk produk simplisia jahe ini serta wedang jahe celup.

Dan yang tidak kalah penting, kita akan ajarkan beberapa anggota bumdes yang melek IT untuk menjadi tim promosi online produk simplisia dan olahannya.

Kita akan ajarin mereka buat konten dan bagaimana sih caranya mengoptimasi sosial media dalam hal ini instgram official agar bumdes dapat meningkatkan penjualan secara online “.

“Kami sangat berharap dengan program bergengsi ini dari pemerintah akan dapat meningkatkan pendapatan dari masyarakat kelompok tani dan juga meningkatkan produktivitas dari bumdes yang ada di desa Kayumas. “, tegas Dra. Elsye Tandelilin, M.M selaku anggota pendamping dari Universitas Surabaya.

Dia  berterima kasih kepada Abdurrahman Saleh Situbondo dan juga Universitas Surabaya telah memberikan alat pengering solar cell dan juga alat perajang jahe, serta pengepung. 

Langkah tersebut bisa dipastikan sangat bermanfaat bagi kami kelompok tani. Yang  mana, hasil panen jahe pada nantinya tidak hanya dipasarkan dalam bentuk rimpang basah,  akan tetapi lebih kami olah menjadi bahan yang lebih mempunyai nilai ekonomi yang lebih tinggi yaitu dalam bentuk simplisia. 

Dra Elsye berharap ke depan bisa menjadi langkah awal untuk terus bersinergi akademisi dan juga praktisi di lapangan. 

Sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di Kayumas ini dan juga memberikan manfaat yang cukup besar bagi dunia pendidikan di Indonesia. imbuh Mas Kriswandi, S.Tr.P , selaku mitra kelompok Tani Alun Alun Jaya, Desa Kayumas. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #pendiddikan #ubaya #tenaga surya #unars situbondo #hybrid