RadarSitubondo.id - Pergantian Kepala SMKN 2 Situbondo dari Mohammad Muzammil kepada Suyitno disambut gembira oleh sejumlah guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT). Mereka kini merasa lega karena keadaan jauh lebih demokratis.
Sejumlah GTT/PTT berharap agar dugaan pungutan liar (pungli) tambahan penghasilan (Tamsil) diusut tuntas.
Mereka saat ini sudah mulai berani terbuka membicarakan persoalan yang sudah terjadi pada kepemimpinan kasek lama.
“Kasek lama tidak terbuka masalah anggaran. Terbukanya hanya pada guru pilihannya saja,” kata sumber terpercaya koran ini.
Pria yang mewanti-wanti namanya tidak disebutkan itu menjelaskan, sejumlah guru sempat kebingungan untuk membeli peralatan yang dibutuhkan siswa. Misalnya kebutuhan olahraga.
“Untuk membeli bola basket termasuk jaring bola voli, juga kebingungan. Ini sudah hal standart dan benar-benar dibutuhkan masih bingung mau membeli akibat tidak ada anggaran,” katanya melalui sambungan telepon.
Alasan lain yang membuat sejumlah GTT/PTT merasa tertekan dengan kepemimpinan kasek lama adalah aturan yang menuntut mereka kerja sejak pagi, tetapi semua anggaran dipegang kasek.
Sehingga guru merasa kebingungan saat mengajukan beberapa perlengkapan sekolah.
"Hampir semua keaungan diatur kasek, yang menyebalkan tidak transparan,'' cetusnya.
Berbeda dengan kasek yang baru menjabat saat ini. Orangnya amat sangat terbuka dan bisa memahami kebutuhan guru dalam mengabdikan diri di lembaga pendidikan SMKN 2 Situbondo.
"Kalau kasek yang sekarang nampaknya cukup terbuka kepada guru-guru. Tidak seperti yang sebelumnya,” tegasnya.
Sekedar diketahui, bulan lalu (17/10), Kepala SMKN 2 Situbondo, Mohammad Muzammil diganti oleh Suyitno.
Sedangkan Muzammil dimutasi ke luar kota dan menjadi Kepala Sekolah di SMK Tamanan Bondowoso. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono