RadarSitubondo.id – Kepala SMAN 1 Situbondo, Marta Mila Sughesti menemui langsung para siswa yang menyampaikan aspirasinya di aula sekolah setempat, Kamis (4/1) kemarin.
Perempuan berjilbab tersebut membantah peryataan sejumlah anak didiknya yang menilai ada pembungkaman aspirasi siswa di lembaga pendidikan yang populer dengan sebutan Smasa tersebut.
Marta menegaskan, ada kesalahan informasi dalam aspirasi yang disampaikan siswa dan siswi SMAN 1 Situbondo.
Sehingga memicu masalah di internal sekolah.
“Kita ini demokrasi, jadi tidak ada pembungkaman aspirasi siswa dan siswi kami,” ucapnya.
Dia mencontohkan tudingan adanya larangan adzan.
Padahal, sebenarnya bukan pelarangan adzan.
Tapi, hanya menggeser waktu adzan sedikit mundur.
Karena di saat masuk waktu sholat, siswa SMAN 1 Situbondo masih belum istirahat.
“Oleh karena itu kita mundurkan adzannya agar pas dengan waktu istirahat,” jelasnya.
Selain itu, Marta mengaku, dirinya tidak mempersoalkan atas apirasi yang disampaikan anak didiknya tersebut meskipun diminta untuk mundur sebagai kepsek.
Hanya saja, ke depan dirinya akan berupaya untuk melakukan perbaikan untuk SMASA agar lebih maju.
“Tidak masalah anak-anak ini bebas berekspresi. Kami berupaya akan terus lebih baik ke depan,” pungkasnya.
Sebelumnya itu, para siswa SMAN 1 Situbondo melakukan sejumlah protes terhadap sejumlah kebijakan sekolah.
Mulai dari penebangan pohon hingga larangan adzan saat jam pelajaran berlangsung.
Mereka kemudian ditemui langsung oleh kasek. (wan/pri)
Editor : Edy Supriyono