RadarSitubondo.id - Mungkin tidak sedikit dari kita yang bertanya mengapa warga asli daerah tapal kuda di Jawa Timur seperti, Jember, Bondowoso dan Situbondo berbahasa Madura.
Padahal daerah tapal kuda sendiri jaraknya jauh dari Pulau Madura.
Terdekat ke Pulau Madura adalah Surabaya, namun warga asli Kota Pahlawan itu tidak menggunakan bahasa Madura.
Sebaliknya, daerah tapal kuda hampir sebagian besar berbahasa Madura. Tentu hal tersebut menjadi pertanyaan tidak sedikit orang.
Jauh sebelum itu, ada sejarah panjang mengapa warga pribumi tapal kuda atau bagian timur Provinsi Jawa Timur menggunakan bahasa Madura dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak heran sering ramai penyebutan Madura Swasta untuk daerah tapal kuda tersebut.
Dilihat RadarSitubondo.id dari instagram pengupas sejarah @koloniaal_ dan @bermiheritage asal usul orang tapal kuda berbahasa Madura tidak lepas dari migrasi orang Madura.
Selama berabad-abad silam orang Madura bermigrasi melalui selat Madura dan mendarat di pesisir-pesisir di timur Pulau Jawa.
Pada abad ke-19 masyarakat di wilayah timur Jawa banyak yang pindah karena peperangan.
Sementara saat itu juga banyak lahan yang belum dibuka, kemudian orang Madura datang untuk mencari penghidupan.
Awalnya mereka hanya berdagang dan mencari ikan saja, kemudian menetap di daerah tapal kuda seperti Probolinggo, Lumajang, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso dan Jember.
Inilah yang kemudian banyak warga asli tapal kuda menggunakan bahasa Madura.
Sebab dahulu leluhur mereka merupakan pendatang asal Madura.
Sejarah singkat tersebut diambil dari satu sumber saja, dan tidak menutup kemungkinan ada sumber atau versi lain terkait hal tersebut. (*)
Editor : Ali Sodiqin