RadarSitubondo.id - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (15/7) membuat guru SMAN 1 Kapongan (SMANKA) semringah.
Sebab, siswa baru yang masuk di tahun ini lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.
Kepala SMAN 1 Kapongan, Ahmad Junaidi bersyukur atas kemajuan lembaga yang dipimpinnya.
Sebab tahun ini, siswa yang masuk mengalami peningkatan secara kuantitas dibandingkan dengan tahun lalu.
“Tahun ini jumlah siswa meningkat, totalnya 97 siswa. Mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya,” kata Junaidi.
Dikatakan, meningkatnya jumlah siswa baru SMAN 1 Kapongan tidak lepas dari usaha guru yang aktif blusukan silaturahim ke sejumlah Kepala Desa di wilayah Kecamatan Kapongan. Termasuk mendatangi camat.
“Strategi khusus untuk meningkatkan jumlah siswa lebih banyak dengan cara pendekatan khusus kepada tokoh masyarakat. Kami juga rutin melaksanakan silaturrhahim pada camat dan beberapa kepala desa sekiatar Kecamatan Kapongan. Alhamdulillah ada beberapa siswa yang murni dapat rekom dari kepala desa,” tutur Junaidi.
Sementara itu, pelaksanaan MPLS di SMAN 1 Kapongan tidak jauh berbeda dengan sekolah lainnya di Jawa Timur.
Sebab, MPLS dihelat serentak dengan cara daring dan sama-sama mendengarkan arahan dari PJ Gubernur Jawa Timur.
“Kami sudah mengikuti intruksi dari provinsi, terutama PJ Gubernur. Yaitu menepis perundungan di lingkungan sekolah. Mengingat akhir-kahir ini tingkat perundungan di tingkat pelajar cukup tinggi. Jadi kita sepakat untuk melakukan penandatanganan, bahwa Jawa Timur anti bullying dan anti perundungan,” tegas Junaidi.
Tambahan khusus yang disampaikan kepada siswa baru dalam saat MPLS adalah menjalankan visi SMAN 1 Kapongan, yaitu BERDASI (beriman berbudaya dan berprestasi). Tentu dari visi dikembangkan menjadi misi.
“Kami kenalkan jika siswa akan mengikuti tadarus Alquran, terus salat duha berjamaah hingga salat duhur berjamaah. Ini materi khusus yang kami sempaikan pada murid baru,” tutup Junaidi. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin