RadarSitubondo.id – SMA Negeri 2 Situbondo memastikan tidak ada peserta didik yang mengalami tindakan kekerasan maupun bullying.
Salah satunya bagi siswa baru di bangku kelas X. Bahkan, sebagai bentuk pencegahan, sekolah yang akrab dengan sebutan SMADA PRIMA tersebut telah membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK).
Kepala SMADA Situbondo, Drs. Winarto melalui Wakasek Kesiswaan, Jefri Gunawan mengatakan, proses pembelajaran di SMADA dilakukan secara menyenangkan, santun, beretika dan berahklak.
Maka tidak ada sedikit pun kasus kekerasan yang dialami oleh siswa dan siswi di sekolah.
"Jangan sampai ada kasus kekerasan di sekolah. Kemudian jangan ada kasus bullying yang menimpa siswa dan siswi. Maka untuk mencegah terjadi masalah itu, kami membentuk tim antisipasi pencegahan kasus tersebut," ujarnya, Senin (15/7).
Dikatakan, bahwa tim cetusan SMADA itu memiliki sepuluh anggota yang melibatkan siswa dan tenaga pendidik. Mereka akan selalu siaga untuk mencegah terjadi kasus yang merugikan peserta didik.
"Tim kami juga menyediakan nomor telepon yang bisa dihubungi. Jika terjadi kasus kekerasan atau bullying bisa menghubungi langsung pada nomor 081-414-246-77," cetusnya.
Selanjutnya, Pria yang akrab disapa Jefri itu mengatakan, pada momen tahun ajaran baru 2024/2025, SMADA lebih fokus menggelar kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) kepada ratusan siswa baru.
Acaranya dibentuk semenarik mungkin agar siswa merasa nyaman.
"MPLS ini harus menyenangkan dan membahagiakan. Jadi tidak ada unsur kekerasan, bully balas dendam itu sudah tidak ada lagi. Jadi semuanya ramah santun ber-etika dan berakhlak. Kakak kelasnya mengajari sekolah yang baik dan membahagiakan," ucapnya.
Sementara itu, SMADA memberikan bantuan seragam baru untuk puluhan siswa kurang mampu. Bantuan baju sekolah itu diberikan untuk meringankan beban orang tua.
"Total ada puluhan siswa baru yang menerima bantuan paket seragam untuk siswa yang membutuhkan," pungkas Jeffry. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin