RadarSitubondo.id – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nurul Anshar memanfaatkan teknologi untuk fasilitas belajar para peserta didik.
Sehingga, siswa tidak hanya belajar di kelas. Dari rumah pun mereka masih bisa belajar melalui media online Digitalisasi Nurul Anshar (DINA) elektronik Ruang Ilmu Nurul Anshar (e-RINA).
Kepala SDIT Nurul Anshor, Sutipyo, S.Pd.,M.Pd mengatakan, sebagai sekolah penggerak di Situbondo, pihaknya terus menyediakan fasilitas yang mumpuni untuk meningkatkan kompetensi siswa.
Salah satunya memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk siswa belajar. Dengan begitu, peserta didik saat ini tidak hanya mengandalkan pertemuan tatap muka.
Dengan mengakses aplikasi di telepon seluler, mereka juga sudah bisa mendapatkan materi pembelajaran.
“Dina e-Rina dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik kapan pun dan dimana pun. Misalnya ketika anak tidak masuk, kita tidak perlu khawatir ketinggalan pelajaran, cukup buka aplikasi dia sudah bisa mendapat materi pembelajaran,” ujarnya, Rabu (17/7).
Dikatakan, Dina e-Rina tidak hanya menyediakan ruang belajar siswa, namun juga menampilkan daftar hadir anak di sekolah dan hasil nilai anak saat mengikuti kegiatan belajar di kelas.
Bahkan memudahkan orang tua untuk memantau perkembangan kompetisi anak.
“Inovasi ini tidak lepas dari profesionalitas guru dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan melalui digitalisasi di era modern ini,” cetusnya.
Sutipyo menambahkan, SDIT Nurul Anshar memiliki sejumlah program unggulan di sekolah. Seperti kelas tahfidz, robotik untuk para peserta didik.
Kemudian, sekolah Islam tersebut juga akan menyediakan kelas e-Coding dan kelas bahasa mandarin.
“Tentu ini sebagai bekal bagi peserta didik di kemudian hari. Kemudian pengembangannya nanti bisa dilakukan sendiri ketika mereka menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” katanya.
Sutipyo menyatakan di SDIT Nurul Anshar para peserta didik tidak hanya dibekali dengan ilmu pengetahuan saja, melainkan juga mendidik siswa dan siswi supaya memiliki karakter sopan, santun serta beretika.
“Boleh lah teknologi secanggih apa pun, tapi tetap yang menjadi benteng anak adalah karakter. Kalau ini bisa dijaga maka anak bisa tumbuh dengan baik dan sukses,” pungkasnya. (wan/pri/adv)
Editor : Ali Sodiqin