Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

SMPN 1 Panarukan Punya Program Andalan Latih Siswa untuk Berwirausaha

Moh Humaidi Hidayatullah • Senin, 29 Juli 2024 | 16:21 WIB
KREASI SISWA: Kepala SMPN 1 Panarukan Dwi Sukwantoro, M.Pd menunjukkan makanan hasil olahan siswa SMPN 1 Panarukan, belum lama ini.
KREASI SISWA: Kepala SMPN 1 Panarukan Dwi Sukwantoro, M.Pd menunjukkan makanan hasil olahan siswa SMPN 1 Panarukan, belum lama ini.

RadarSitubondo.id – SMPN 1 Panarukan, Situbondo, Jawa Timur, memiliki program andalan yang bisa mencetak siswa kreatif dalam berbisnis.

Yaitu Peningkatan Kreativitas Siswa melaui Olahan dan Jajan Hasil Laut (Peta Calon Juragan).

Terbaru adalah program Pemanfaatan limbah tanaman pisang untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi siswa SMPN1 Panarukan (Pelita Kreasi Spensapan).

Melalui Peta Calon Juragan, para guru di SMPN 1 Panarukan bisa mengajak siswa untuk berkreasi dalam bidang usaha.

Salah satunya mengolah ikan, sebab untuk mendapatkan ikan di sekolah tersebut cukup mudah.

“Sekolah kami berada di pesisir yang dekat dengan pantai, produksi lautnya cukup melimpah, ada udang, ada ikan, yang bisa diolah sesuai dengan keinginan lalu dipasarkan,” ungkap Kepala SMPN 1 Panarukan Dwi Sukwantoro, M.Pd, Minggu (28/7).

Kata Dwi, pihaknya menilai pendapatan ikan dari nelayan hanya dijual mentahan, ada juga yang dikeringkan lalu dijual.

Akhirnya tercetus ide agar hasil tangkapan ikan bisa dijual dengan harga yang sedikit mahal.

“Pertama kami sulap ikan jadi rengginang, berkembang ke stik ikan gabus. Selain ikan, juga ada udang yang bisa dikelola hingga menjadi makanan ringan,” katanya.

Begitu siswa sudah banyak yang paham mengelola aneka ragam makanan, selanjutnya diajari cara pemasaran yang baik.

Para siswa dilibatkan untuk melakukan penjualan prodak kepada pedagang-pedagang sekitar sekolah.

“Untuk prodak  dijual bekerjasama dengan wali murid dan pedagang sekitar sekolah, sekaligus menerima pesanan melalui online. Agar lebih laris juga bekerja sama dengan UMKM,” tegas Dwi.

Hasil dari penjualan dikumpulkan ke bendahara sekolah. Penghasilan tersebut bukan hanya dibuat untuk mengembangkan usah sekolah, tapi bisa diberikan kepada siswa yang dinilai kurang mampu dari siswa-siswa yang ada di SMPN 1 Panarukan.

“Provitnya kembali lagi ke anak. Jadi ketika anak tidak punya uang saku, tidak punya alat tulis, kaus kaki, mereka bisa beli dari hasil olahannya sendiri. Produk bareng anak, provitnya juga kembali kepada anak yang kurang mampu,” ucap Dwi.

Kata Dwi Peta Calon Juragan sudah mendapat juara 1 dalam acara ‘Gebyar Festival Inovasi Daerah’, belum lama ini.

Saat ini masih mengembangkan Pelita Kreasi Spensapan, yang fokus dengan pemanfaatan pelepah pohon pisang.

“Yang pasti kami terus  berupaya berinovasi dengan prodak baru, karena hasilnya itu akan kembali ke anak anak. Kenapa harus limbah, karena dekat sekolah kami memang banyak limbah pisang,” ujarnya.

Harapan Dwi, siswanya tidak hanya mampu menguasai pelajaran di bangku sekolah saja, tapi harus pandai berwirausaha dan kreatif dalam mengembangkan sesuatu.

“Ilmu di sekolah dapat, ilmu dalam mengembangkan usaha juga harus dapat,” pungkas Dwi. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #berwirausaha #umkm #berkreasi #rengginang #SMPN 1 Panarukan