RadarSitubondo.id - Sri Rahaju Supandi merupakan salah satu sosok kepala sekolah yang inspiratif di Kabupaten Situbondo.
Tidak hanya mendapatkan banyak penghargaan, namun selama menduduki jabatannya, dia sudah banyak menciptakan inovasi di dunia pendidikan.
Perempuan yang akrab disapa Yuyun itu menjelaskan, inovasi menjadi landasan penting untuk meningkatkan pendidikan di Situbondo. Lebih-lebih dapat mencetak siswa yang berprestasi dan berkarakter.
"Saya pernah menjadi guru prestasi tahun 2006, kemudian saya pernah ikut uji kompetensi matematika dan terpilih sepuluh terbaik sehingga waktu itu menjadi guru pembelajar se-Indonesia," ujarnya, Selasa (30/7/).
Yuyun mengaku, keberhasilannya ingin ditularkan juga kepada peserta didik.
Sehingga, mereka juga dapat mengikuti jejak capaian gemilangnya tersebut dalam dunia pendidikan. Dengan begitu, mereka akan menjadi pelajar berprestasi.
"Saya waktu masih menjadi KS di SMPN 6 Situbondo meraih sekolah adhiwayata tingkat kabupaten, dan ketika menjadi KS di SMPN 1 Banyuglugur meraih sekolah sehat tingkat kabupaten nomor satu, dan di SMPN 1 Panji banyak sekali prestasi, baik tingkat kabupaten, nasional maupun internasional," jelasnya.
Dikatakan, untuk mencetak siswa berprestasi perlu didukung fasilitas pendidikan yang mumpuni.
Misalnya membangun budaya inovatif di sekolah agar bisa mencetak siswa siswi yang berkarakter berprestasi dibidang akademik maupun non akademik
Yuyun menyebutkan, selama menjadi kepala sekolah sudah beberapa kali menciptakan inovasi belajar di sekolah.
Seperti gema literasi rumah Qur'an SMPN 1 Panji. Ini untuk mendorong siswa dapat membaca dan memahami isi kandungan Al Qur'an.
"Tujuannya untuk mencetak generasi muda Rabbani, mencetak hafidz dan hadidzoh," kata perempuan yang juga aktif sebagai bendahara PGRI Kabupaten Situbondo.
Kemudian, gemar menulis (gelis) yang mendorong siswa untuk memiliki budaya menulis. Kegiatan ini rutin dilaksanakan pada hari Senin.
"Terbukti saat ini banyak siswa dan siswi menghasilkan karya, antologi puisi dan antologi cerpen yang sudah diterbitkan dan ber-ISBN," jelasnya.
Selanjutnya, masih kata Yuyun, Pembiasaan cinta dan peduli terhadap lingkungan dengan kegiatan ULAT ( untuk lingkungan Sehat) yang diterapkan dalam bentuk Taman Mini Asuh ( PAM TAMIA SPENSAJI melalui penerapan aksi Mitigasi Taman Mini Asuh SMPN 1 PANJI.
Ini untuk mewujudkan sekolah hijau. "Membiasakan siswa siswi selalu membawa tumbler dan tempat makan dari rumah. Dan ini sangat berdampak mengurangi sampah plastik di sekolah," tuturnya.
Lebih lanjut, Yuyun menyampaikan, Pembentukan karakter anak melalui buku amalan siswa sehari hari.
Setiap siswa SMPN 1 Panji menyelesaikan hafalan surat2 pendek dalam juz 30. Kemudian, Pembinaan yang terus menerus dan berkelanjutan untuk meningkatkan prestasi siswa dalam bidang akademik dan non akademik memenuhi kebutuhan literasi dan numerasi di kurikulum
Merdeka dan karakter di P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Serta Membentuk dan mengaktifkan komunitas belajar guru dan staf dalam wadah "PIKOPIEN" ( Tukar Pikiran, komunikasi, Inspiratif Efektif dan berkelanjutan).
"Yang tidak kalah penting juga pembentukan karakter anak dari sisi keagamaan dengan pembiasaan Salat Dhuha berjamaah ,pembacaan Asmaul Husna setiap hari , Yasin setiap jumat, istigotsah dan bagi guru dan staf melaksanakan Salat Tasbih berjamaah sebulan sekali," pungkasnya. (wan/pri).
Editor : Salis Ali Muhyidin