RadarSitubondo.id - Dua sosok penting di balik berdirinya Pondok Pesantren (ponpes) Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo.
Pesantren Sukorejo awalnya didirikan oleh KH. Syamsul Arifin berawal dari gubuk-gubuk.
Pesantren Sukorejo tidak langsung besar seperti saat ini, bahkan ponpes di ujung timur Situbondo ini didirikan di tengah hutan belantara.
Dikutip dari laman resmi pesantren, awalnya lokasi yang ditempati Ponpes Sukorejo merupakan hutan belantara yang membentang dari Gunung Baluran sampai wilayah Asembagus.
Konon, hutan ini disebut tidak hanya banyak dihuni oleh binatang buas, akan tetapi juga dedemit.
Bahkan, saat itu tidak ada penduduk yang berani masuk ke hutan tersebut karena angker.
Hingga pada akhirnya di tahun 1328 Hihriyah / 1908 Masehi, Habib Hasan Musawa dan Kiai Asadullah menyarankan Kiai Syamsul Arifin, membabat dan merambah hutan tersebut untuk didirikan sebuah pesantren dan perkampungan.
Kiai Syamsul saat itu juga dibantu beberapa santri berasal dari Madura yang menyertai dirinya.
Kemudian berdirilah sebuah pesantren kecil yang sampai saat ini ternyata berkembang.
Tidak hanya itu, bahkan pesantren yang lebih dikenal dengan Pondok Sukorejo itu menjadi yang terbesar di kawasan Tapal Kuda Jawa Timur.
Ponpes Sukorejo bukan hanya menjadi wisata religi yang banyak didatangi warga Jawa Timur saja, akan tetapi para peziarah dari berbagai wilayah di tanah air. (*)
Editor : Ali Sodiqin