RadarSitubondo.id - Berdirinya Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo mempunyai sejarah yang panjang.
Siapa sangka, pondok pesantren terbesar di Situbondo ini awalnya adalah sebuah hutan belantara.
Hutan yang terbentang luas dari Baluran sampai dengan Asembagus yang saat itu tidak ada seorang pun yang berani masuk.
Akan tetapi, KHR Syamsul Arifin mulai membabat hutan tersebut dan mendirikan sebuah pesantren kecil.
Pesantren yang kemudian terkenal hingga ke berbagai pelosok negeri bahkan hingga mancanegara.
Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah didirikan pada tahun 1908 masehi oleh kiai Syamsul Arifin.
Saat awal berdiri, pesantren Sukorejo ada di tengah-tengah hutan belantara.
Awalnya hanya terdiri dari beberapa gubuk untuk difungsikan rumah, musalla dan asrama santri yang waktu itu hanya beberapa orang.
Saat itu memang ada beberapa santri kiai Syamsul yang menyertai, mereka berasal dari Madura.
Akhirnya pada tahun 1914, pesantren kecil itu berkembang bersamaan dengan datangnya awal para santri dari wilayah sekitar Karesidenan Besuki.
Ponpes Sukorejo akhirnya menjadi sangat masyhur di kalangan masyarakat, khususnya tapal kuda.
Dengan datangnya santri dari kawasan Keresidenan Besuki itu menjadi cikal bakal berdatangannya calon santri yang akan menimba ilmu di ponpes Sukorejo. (*)
Editor : Ali Sodiqin