Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo saat Masa Penjajahan, Tidak hanya Pusat Belajar, Tapi?

Muhammad Khoirul Rizal • Selasa, 13 Agustus 2024 | 17:16 WIB
Pengasuh putri Pesantren Sukorejo Ny Hj Nur Sari As’adiyah menerima wali santri baru, Juli 2024. (FB Pesantren Sukorejo)
Pengasuh putri Pesantren Sukorejo Ny Hj Nur Sari As’adiyah menerima wali santri baru, Juli 2024. (FB Pesantren Sukorejo)

RadarSitubondo.id - Bangsa Indonesia pernah mengalami pil pahit puluhan tahun silam.

Bangsa Indonesia selama bertahun-tahun pernah dijajah oleh kolonial dan Jepang.

Atas perjuangan para pahlawan, akhirnya kemerdekaan dapat direbut.

Indonesia menyatakan diri merdeka dari penjajahan pada 17 Agustus 1945.

Perjuangan kemerdekaan tidak lepas dari peran pesantren dan para ulama.

Tidak heran jika banyak ulama yang dianugerahi gelar pahlawan nasional, salah satunya adalah KHR. As'ad Syamsul Arifin.

KHR. As'ad merupakan pahlawan nasional yang berasal dari Kabupaten Situbondo.

Ia berperan besar dalam mengusir penjajah dan merebut kemerdekaan.

KHR. As'ad melalui pesantren yang diasuhnya yakni Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo saat itu bukan hanya tempat belajarnya para santri.

Bahkan ponpes Sukorejo di Banyuputih itu juga sebagai pusat perjuangan kemerdekaan.

Para pejuang banyak ditampung di pesantren Sukorejo karena sekaligus sebagai markas penyusunan strategi melawan penjajah.

Di bawah kepemimpinan Kiai Syamsul dan Kiai As'ad ponpes Sukorejo berperan besar untuk kemerdekaan RI. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#salafiyah syafi'iyah #kemerdekaan #pahlawan nasional #kiai as'ad #Kolonial Belanda #pesantren sukorejo #KHR As'ad Syamsul Arifin #indonesia #jepang #perjuangan #ponpes sukorejo #agustus