Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Pengacara Senior di Situbondo Ini Sandang Gelar Doktor, Berikutnya Ambisi Kejar Profesor

Moh Humaidi Hidayatullah • Selasa, 1 Oktober 2024 | 18:41 WIB
BAHAGIA: Supriyono mengabadikan momen bersama anak dan cucu di halaman Universitas Jember, Senin (30/9).
BAHAGIA: Supriyono mengabadikan momen bersama anak dan cucu di halaman Universitas Jember, Senin (30/9).

RadarSitubondo.id – Supriyono, pengacara senior di Kota Santri Situbondo resmi menyandang gelar doktor.

Itu setelah dirinya mengikuti upacara prosesi wisuda gelombang lima tahun 2024 di Gedung Auditorium Universitas Jember, Minggu lalu (29/9).

Bapak dua anak ini mengaku bisa bernafas lega begitu menyelesaikan pendidikan doktoral/S3-nya di Kabupaten Jember. Apalagi saat masuk ke ruangan yang dihadiri 800 peserta wisuda paska sarjana.

“Yang ikut dalam wisuda ada 800 orang dan hanya enam doktor termasuk saya. Alhamdulillah saya juga mendapat penghargaan memuaskan dengan IPK 3,88,” ujar Supriyono, Senin (30/9).

Ketertarikan Supriyono mengejar gelar doktor setelah dirinya menjadi akademisi. Keinginan menggebu-gebu itu juga mendapat support dari lingkungan rumah tangganya. Terutama istri dan anak-anaknya.

“Saya ingin mengejar gelar setinggi-tingginya agar memenuhi syarat sebagai akademisi. Saya juga ingin menunjukkan kepada anak dan cucu bahwa pendidikan itu penting,” jlentreh Supriyono.

Dikatakan, selama menempuh perjalanan studi S3 banyak pengalaman dan pengetahuan yang baru.

Sebab, harus bersinggungan dengan dosen-dosen andal dan profesional dalam suatu pendidikan.

“Demi meningkatkan  pengetahuan, meskipun jadi doktor belum tentu sempurna, apalagi bukan doktor. Setidaknya saya terus semangat belajar dan mengajar,” tegas Supriyono.

Kegunaan gelar doktor dalam bidang akademisi juga bisa menjadi ahli. Kemudian juga memiliki peluang untuk menjadi profesor.

“Meskipun profesor itu bukan gelar melainkan pangkat. Tetapi kalau punya gelar doktor dan punya pangkat profesor nampak lebih pas dan serasi bagi seorang dosen apalagi pengacara,” pungkas Supriyono. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#Doktor #pengacara #wisuda #unej #universitas jember