RadarSitubondo.id – Baihaki Warga Desa/Kecamatan Besuki, Situbondo, viral di media sosial (Medos).
Pria 50 tahun itu menjadi perbincangan setelah videonya yang sibuk mengajar puluhan santri, diunggah di grup Facebook.
Dalam video berdurasi satu menit itu, Baihaki mengajar ngaji di emperan rumahnya yang sederhana akibat tidak memiliki musala.
Video aktivitas Baihaki itu sedikitnya sudah dibagikan 18 kali. Dikomentari ratusan pengguna facebook, dan ada 412 like.
Salah satu yang berkomentar ada yang meminta nomor rekening Baihaki. Dia ingin memberikan sumbangan agar dibuat tambahan membangun musala.
“Itu yang mengajar memang saya, yang mengambil videonya tetangga saya. Katanya sudah viral,” ujar Baihaki, melalui sambungan telepon seluler kepada Jawa Pos Radar Situbondo, Selasa (19/11).
Baihaki mengaku sudah mengajar santri kurang lebih sudah enam tahun. Aktivitasnya tersebut ditempatkan di emperan rumahnya yang terbuat dari kayu. Tempat yang tidak terlalu luas tersebut membuat santrinya harus duduk cukup berdesakan.
“Saya tidak punya musala, yang ditempati ngaji ini amperan rumah saya sendiri. Alhamdulillah santri yang aktif mengaji ke saya 27 anak, yang sudah lulus dan mondok juga banyak,” kata Baihaki.
Dia mengaku, jika rumah sederhana itu miliknya sendiri. Namun, lahan yang ditempatinya hasil ngontrak. Saat ini sudah menjadi tanah hibah.
“Kalau rumah milik sendiri, kalau tanah dengan panjang 12 meter dan lebar 5,5 meter dulunya ngontrak, tapi saat ini sudah dihibahkan oleh pemiliknya kepada saya,” papar Baihaki.
Dikatakan, selain mendapatkan hibah tanah, dia juga mendapat bantuan pemasangan listrik untuk menerangi rumahnya.
Bahkan Alquan untuk keperluan santri mengaji juga mendapatkan bantuan dari orang yang peduli dengan pendidikan agama.
“Alhamdulillah banyak rejeki yang saya terima, sekarang juga dapat bantuan bedah rumah dari desa, tapi belum terlaksana. Ada juga tetangga yang ngasi bantuan batu bata agar bisa dibuat bangun rumah,” ucap Baihaki.
Baihaki dalam doanya sering memohon dapat rejeki banyak agar bisa membangun musala. Dia mengaku kasihan dengan santri-santrinya yang semangat belajar namun tidak punya tempat layak untuk mengaji.
“Ingin sekali punya musala, kasihan santri, kalau hujan libur kerena emperan rumah saya bocor,” cetus Baihaki. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin