Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Gelar Mitigasi Bencana Pada Peserta Didik, SMASA Gandeng BPBD Situbondo dan DPRD Jatim

Iwan Feriyanto • Kamis, 20 Februari 2025 | 21:34 WIB
APRESAISI: Kepala SMASA, Dwi Retno Susanti menerima gambar rambu-rambu bencana dari anggota Komisi E DPRD Jawa Timur di Aula SMASA Situbondo, Rabu (19/2).
APRESAISI: Kepala SMASA, Dwi Retno Susanti menerima gambar rambu-rambu bencana dari anggota Komisi E DPRD Jawa Timur di Aula SMASA Situbondo, Rabu (19/2).

RadarSitubondo.id – SMAN 1 Situbondo (SMASA) menggelar sosialisasi penanganan bencana alam kepada siswa-siswi, selama dua hari. yakni, hari Selasa dan Rabu (19/02).

Acara yang digelar di aula sekolah itu bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, BPBD Situbondo dan perwakilan anggota Komisi E DPRD Jawa Timur.

 Kepala SMASA, Dwi Retno Susanti mengatakan, SMASA Situbondo memiliki riwayat bencana alam yang pernah terjadi pada 2002 dan 2008.

Bencana tersebut menyebabkan sekolah terendam. Harapannya peristiwa itu bisa diantisipasi melalui kegiatan sosialisasi.

“Pada kegiatan ini fokusnya bagaimana upaya mitigasi bencana. Ketika terjadi bencana, kita sudah memiliki bekal. Lalu bagaimana menyembuhkan traumatik setelah bencana,” ujarnya, Rabu (19/2).

Disebutkan, selain mendapat materi tentang kebencanaan, para peserta juga mendapat pelatihan khusus dari BPBD dalam menangani bencana alam.

Dengan begitu mereka bisa lebih memahami tak hanya secara teori tapi juga praktik.

“Hari pertama full sosialisasi. Kemudian hari kedua sosialisasi sebentar dan langsung juga dilaksanakan simulasi penanganan bencana alam dari BPBD,” jelasnya.

Retno menceritakan, selama ini SMASA Situbondo memiliki cara sendiri untuk mencegah terjadinya banjir. Yakni dengan membuat sumur resapan di sejumlah titik di lingkungan sekolah.

“hasilnya efektif untuk mencegah banjir. Air tidak menggenang ketika intensitas hujan tinggi,” jelasnya.

Dia mencotohkan, saat hujan deras 3 Februari 2025 silam, lingkungan sekolah  hampir tidak terendam air. Padahal saluran selokan air tidak besar. Air hujan meresap ke dalam tanah.

“Alhamdulillah, kita bisa lolos dan banjir. Kalau tidak ada sumur resapan, halaman sekolah ini pasti sudah tergenang air,” pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#sman 1 situbondo #sosialisasi #bencana alam