RADAR SITUBONDO - Ribuan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Songo, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Situbondo, pulang berjamaah, Selasa (25/2).
Khusus santri asal Madura melewati Pelabuhan Jangkar. Mereka yang mudik lebih awal mendapat amanah untuk berdakwah di rumah.
Divia Selvina, salah satu santri mengatakan, libur selama Bulan Ramadhan merupakan momen yang ditunggu-tunggu. Setidaknya bisa jalan-jalan begitu tiba di rumah, main kepada keluarga dan teman-teman lama.
“Kalau sudah libur Bulan Ramadan santri pasti bahagia. Bisa kumpul dengan orang tua, paling senang ya bisa jalan-jalan,” katanya.
Namun santri tidak bisa bebas berprilaku, apalagi melupakan salat lima waktu. Amalan yang sudah diajarkan di pesantren, tetap diterapkan ketika berada di rumah.
"Saat di rumah masih punya tanggung jawab juga, yaitu mengamalkan ilmu yang dipelajari di pesantren untuk diajarkan pada anak-anak yang ngaji di musala. Jadi libur sambil dakwah,” ucap Alivia.
Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Jatim, Abdul Hamid mengatakan, jumlah santri yang bakal pulang kampung ke Madura sebanyak 250 orang. Penyeberangan tersebut dikawal ketat oleh Satpolairud Polres Situbondo.
“KMP (Kapal Motor Penyeberangan) memang dikhususkan untuk santri. Jauh sebelumnya memang sudah dibicarakan. Pekan lalu santri Sukorejo, sekarang (kemarin) santri dari Wali Songo,” tegas Abdul Hamid.
Kata dia, sebelum santri naik ke kapal diberi arahan agar tidak mengalami kecelakaan saat di tengah laut. Peringatan yang paling ditekankan, santri tidak boleh berada di pagar KMP agar tidak terjatuh.
“Yang memberi arahan anggota Satpolairud, termasuk saya dan dan pengurus pesantren. Juga dilakukan doa bersama sebelum naik KMP,” pungkas Abdul Hamid. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin