RADAR SITUBONDO – Pemkab Situbondo kekurangan ribuan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) di sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP).
Ini disebabkan rekrutmen guru baru masih sangat minim. Jika terus dibiarkan, ini bisa berdampak terhadap kualitas pendidikan.
Pemerhati Pendidikan di Kota Santri, Hadi Prianto mengatakan, dengan guru tetap yang mumpuni maka akan mampu memberikan kualitas pendidikan yang lebih.
Mereka akan fokus mengajar karena kebutuhan hidupnya lebih tercukupi dibandingkan guru non ASN.
“Sampai saat ini kabupaten kita membutuhkan ribuan orang guru ASN. Ini kasus sudah lama namun belum bisa diselesaikan. Parahnya, kekurangan guru itu justru diisi guru honorer,” ujarnya, Rabu (5/3).
Dikatakan, fenomena saat ini banyak guru honorer yang ingin diangkat menjadi guru tetap. Alasannya, mereka selama ini menjalankan tugas berat dengan beban kerja yang besar. Sedangkan honor yang diterima sangat kecil.
“Mereka minta diangkat jadi guru tetap supaya kesejahteraan hidupnya jelas. Masalah ini akan menjadi persoalan besar ketika tidak segera ditangani. Pendidikan di sekolah lambat laun akan melemah dan pembelajaran tidak lagi optimal jika tidak diperhatikan,” ucapnya.
Hadi menambahkan, disisi lain Pemkab Situbondo membutuhkan adanya guru non ASN. Sebab, jika tidak ada, lembaga pedidikan tidak akan berjalan maksimal, karena kekurangan guru yang belum diisi.
“Ini persoalan mendasar yang harus diperhatikan saat ini jika Situbondo ingin naik kelas. Karena bagaimana bisa naik kelas kalau pendidikannya saja masih belum maju,” jelasnya.
Dijelaskan, upaya yang bisa dilakukan Pemkab untuk mengatasi persoalan tersebut cukup mudah. Yakni mengangkat guru honorer menjadi guru tetap. Dengan begitu masalah pendidikan di Situbondo bisa teratasi.
“Bahkan saya sempat mendengar ada rencana memberikan honor sesuai UMR. Cuma pertanyaannya menggunakan anggaran apa? Honor mereka itu tidak bisa menggunakan dana APBD karena memang dilarang,” tandasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin