Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Ancam Madrasah Diniyah, Pemkab Situbondo Diminta Kaji Ulang Rencana Sekolah 5 Hari

Iwan Feriyanto • Rabu, 12 Maret 2025 | 08:00 WIB
AUDIENSI: Bupati dan wakil bupati, Yusuf Rio Wahyu Prayogo-Ulfiyah gelar rapat dengar pendapat bersama pengurus FKDT, di ruang IR kantor Pemkab Situbondo, Selasa (11/3)
AUDIENSI: Bupati dan wakil bupati, Yusuf Rio Wahyu Prayogo-Ulfiyah gelar rapat dengar pendapat bersama pengurus FKDT, di ruang IR kantor Pemkab Situbondo, Selasa (11/3)

RADAR SITUBONDO - Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah memastikan bahwa rencana Bupati Situbondo yang menginginkan sekolah masuk lima hari tidak akan menggangu jadwal madrasah Diniyah.

Sebab, sekolah formal maksimal hanya sampai pukul 13.00 WIB. Sehingga sore hari tetap dilanjut dengan pendidikan agama.

Kata perempuan yang akrab disapa Mbak Ulfi itu, bupati menginginkan anak-anak tidak hanya menempuh sekolah formal, akan tetapi juga menempuh sekolah non formal seperti madrasah Diniyah. Sehingga tidak ada persoalan ketika sekolah hanya ditempuh lima hari.

Mbak Ulfi menyatakan, pemkab akan menindak lanjuti usulan perbup yang menjadi aspirasi pengurus FKDT. Aturan tersebut saat ini sedang dikaji Sekda.

"Terkait usulan perbup sudah dikaji oleh Sekda. Dan prosesya tidak lama, karena hanya menambah klausul aturan baru," pungkasnya.

Sementara itu, rencana Pemkab Situbondo memberlakukan sekolah Full Day School mendapat tanggapan dari Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT).

Bahwa kebijakan tersebut akan berdampak terhadap pendidikan Madrasah Diniyah. Pendidikan agama yang selama ini berjalan lancar akan terhambat.

Ketua FKDT Jumarto mengatakan, pendidikan Madrasah Diniyah biasa dilaksanakan saat sore hari pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Selama dua jam tersebut materi yang diberikan fokus tentang pendidikan agama Islam. Mulai dari tingkat Ula dan Wustha (jenjang SD SMP) dan Ulya atau setara dengan pendidikan SMA.

"Madrasah Diniyah ini fokus kepada pendidikan agama yang rutin dilaksanakan pada sore hari setelah pendidikan reguler atau formal," ujarnya, Selasa (11/3).

Oleh sebab itulah, Jumarto mengaku, khawatir jika  pemerintah menerapkan sistem belajar lima hari menambah jam pelajaran (Full Day School) sejak pagi hingga sore hari.

Baca Juga: Dinilai Lamban Tangani Bencana, DPRD SItubondo Panggil OPD

"Madrasah kita bisa-bisa tidak ada siswanya. Efek sekolah full day pasti bikin anak-anak lelah," ucapnya.

Selain itu, Jumarto mengusulkan ada revisi peraturan bupati tentang Madrasah Diniah.

Salah satu poin yang perlu diatur dalam perbup tersebut mengenai ijazah madrasah menjadi persyaratan untuk Pendaftaran Penerimaan Siswa Baru di sekolah formal.

"Perbup terkait Madrasah Diniah sudah ada. Cuman di dalam ketentuannya belum tertulis aturan tentang ijazah Diniah menjadi syarat masuk jenjang sekolah formal. Kami ingin ada aturan itu," jelasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#madrasah diniyah #full day school #Wabup Ulfiyah #Bupati Rio #sekolah 5 hari #Pemkab Situbondo