RADARBANYUWANGI.ID - Ani Listriyana, S.Si, M.T, salah satu Dosen Universitas Abdurahman Saleh (Unars) Situbondo memberikan pelatihan pembuatan paving block berbahan plastik kepada siswa-siswi SMPN 4 Panarukan Satap di Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Selasa (26/8). Kegiatan tersebut merupakan program kemitraan kepada masyarakat (PKM).
Ani Listriyana mengatakan, program tersebut dilaksanakan atas dasar keprihatinan melihat kondisi sekitar, dan terdapat banyak sampah-sampah plastik berserakan. Selain itu, juga sering kali ditempati penjemuran rengginang.
Sehingga, dirinya berinisiasi untuk memberikan pelatihan dan edukasi kepada siswa tentang kepedulian terhadap lingkungan.
“Dengan adanya ekstrakurikuler MESS (Marine Entrepreneur School) berkolaborasi dalam dengan Unars dalam program Kemitraan Kepada Masyarakat (PKM) yang didanai oleh DPPM Kemdiktisaintek, kami melakukan proses pengolahan sampah plastik menjadi paving block dengan menggunakan energi matahari,” ujar perempuan yang akrab disapa Ani tersebut, kepada koran ini, Kamis (28/8).
Ani menjelaskan, bahwa sebelumnya telah dilakukan membuatan paving block berbahan plastik secara manual. Bahan bakunya berupa pasir dan serabut kelapa sebagai penguat (filler), dan plastik sebagai perekat (matriks).
Dengan Komposisi 770 gram plastik dan 1800 gram pasir, lanjut dia, maka didapatkan paving dengan mutu grade D.
“Kemudian, dengan perlakuan yang sama, paving yang telah dihasilkan selanjutnya direndam dengan air laut. Sehingga, didapatkan paving dengan mutu C pada perendaman air laut selama sembilan hari,” tutur Ani, selaku ketua tim pengabdian
Lebih lanjut, dia mengungkapkan, teknologi pengolahan paving block yang diberikan ke sekolah, diharapkan dapat membantu siswa-siswi dalam membuat paving block berbahan plastik lebih mudah, dan tanpa asap yang mengepul kemana-mana. Sehingga, tidak mudah terjadi pencemaran udara terhadap lingkungan.
“Jadi konsepnya kita ingin mengatasi masalah tanpa masalah,” beber dosen yang sekaligus Kepala Prodi Teknik Kelautan yang bergerak dalam bidang pengelolaan wilayah pesisir terpadu tersebut.
Dosen Fisika Prodi Teknik Kelautan Unars Situbondo, Nurul Amalia Silviyanti, M.Si, yang juga anggota tim pengabdian menambahkan bahwa energi yang digunakan ini ada dua sumber.
Pertama, gas LPG yang berfungsi untuk pembakaran. Kemudian, energi dari solar panel, energi matahari diubah menjadi energi Listrik.
Energi yang tersimpan di panel tersebut, digunakan menggerakkan screw untuk pengadukan plastik pada proses pelelehan.
Kedua, yaitu energi yang digunakan untuk exhaust dan spray di mana asap yang hendak keluar masuk ke dalam exhaust.
“Dispray sehingga asap tidak jadi terbuang ke udara namun ikut bersama Air Spray yang tadi sudah disediakan sebelumnya,” jelas Nurul Amalia Silviyanti, M.Si
Vidya Pratiwi, M.Pd, yang juga anggota tim menyampaikan, pihaknya bersama UNARS akan terus berkolaborasi dalam pendampingan terhadap siswa-siswi SMPN 4 Panarukan Satap untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Sehingga, ke depan sekolah yang berada di wilayah pesisir tersebut dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan lingkungan yang lebih baik.
“Kami juga akan melakukan pendampingan terhadap penanggungjawab ekstrakurikuler. Agar program MESS ini dan ektrakurikuler yang lain dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Dosen PGSD UNARS tersebut.
Sementara itu, Kepala SMPN 4 Panarukan Satap Wahyuningsih, M.Pd berterima kasih kepada DPPM Kemdiktisaintek, dan Unars Situbondo yang telah memberikan alat produksi paving block berbahan plastik ini kepada SMPN 4 Panarukan Satap. Sehingga, peralatan ini dapat digunakan dan dimanfaatkan dengan baik oleh siswa.
“Harapannya, peserta didik menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan dan mencoba untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada lingkungan sekolah,” tutur kepala SMPN 4 Panarukan Satap tersebut.
Wahyuningsih mengungukapkan, program tersebut juga sejalan dengan ekstrakurikuler MESS yang selama ini di kelola oleh lembagnya. Marine interpreneur School, di mana fokus programnya adalah pada aksi peduli dan aksi preneur.
“Siswa sangat antusias dengan program yang dilakukan mulai dari tahap edukasi, challenge duta sampah, edukasi tahap 2 hingga praktik pada pagi hari ini. Di mana serangkaian program ini telah berjalan sejak bulan Juni 2025,” pungkasnya. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin