RADARSITUBONDO.ID -SMA Negeri 1 Besuki atau yang dikenal dengan julukan SMABES menggelar kegiatan kokurikuler baru-baru ini.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut, bertujuan memperkaya, memperdalam, serta memperluas pengalaman belajar bagi peserta didik.
Kepala SMAN 1 Besuki, Irpan Hilmi, S.Pd., M.P mengatakan, kegiatan kokurikuler merupakan kegiatan pendidikan yang berkaitan langsung dengan pembelajaran intrakurikuler.
Kegiatan ini dirancang untuk menjadi jembatan antara teori yang diperoleh di kelas dengan penerapannya dalam kehidupan nyata.
"Ini sekaligus menjadi wahana penguatan karakter dan kompetensi siswa," ujar Kepala SMABES tersebut, kepada Koran ini, Jumat (3/10).
Mantan Kepala SMAN 1 Banyuputih tersebut mengungkapkan, melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat menguatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Mengembangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan sosial, serta dapat menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif.
Sehingga, mereka bisa menanamkan sikap peduli terhadap lingkungan, dan keberlanjutan hidup.
"Pelaksanaan kegiatan kokurikuler disusun selaras dengan visi dan misi sekolah 'Terwujudnya murid yang beriman, cerdas, terampil, dan ramah lingkungan'," ungkapnya.
Kegiatan kokurikuler di lembaga yang dipimpinnya tersebut, lanjut dia, dilaksanakan secara blok.
Untuk kelas X, XI dan XII, dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang melibatkan guru sebagai fasilitator dan koordinator projek.
Selain itu, juga memberi ruang bagi siswa untuk berkreasi dan berinovasi.
"Setiap kegiatan diarahkan agar murid belajar melalui pengalaman langsung (learning by doing) dan mengembangkan pembentukan 8 dimensi profil lulusan," terang pria yang akrab disapa Irpan tersebut.
Kata Irpan, ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan dalam penguatan dan pengembangan karakter siswa.
Di antaranya, kokurikuler penguatan iman dan karakter.
Kegiatan ini salah satunya menekankan terhadap pembiasaan ibadah bersama, seperti shalat dhuha, tadarus, doa bersama, dan kegiatan keagamaan lainnya.
Sedangkan kokurikuler pengembangan kecerdasan dan prestasi akademik, yakni klub literasi dan sains (science club, math club, literasi bahasa).
"Ada juga kegiatan olimpiade dan lomba akademik. Kunjungan edukatif dan proyek riset sederhana," katanya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, kokurikuler pengembangan keterampilan dan kreativitas.
Program tersebut untuk melatih siswa dalam keterampilan hidup (life skill training) seperti kewirausahaan, desain, dan seni budaya, serta teknologi.
"Sementara untuk kokurikuler peduli lingkungan, siswa dibekali tentang program eco-school seperti bank sampah, tanam pohon, kebun sekolah, dan pengelolaan sampah organik. Gerakan jumat bersih dan pengelolaan taman sekolah. Juga kampanye hemat energi dan air," pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono