RADARSITUBONDO.ID - Universitas Abdurachman Saleh (Unars) Situbondo menggelar Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda ke-XXX Sarjana dan Magister, Sabtu lalu (18/10).
Wisuda kali ini diikuti oleh 356 sarjana dan pascasarjana, di ruang Ball Room Utama Raya, Kecamatan Banyuglugur.
Data yang diterima Koran ini, dari 356 sarjana dan pascasarjana, terdiri dari 13 mahasiswa Program Megister.
Fakultas Hukum 59 mahasiswa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 142 mahasiswa, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 56 mahasiswa, dan Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi 38 mahasiswa, Fakultas Sastra 11 mahasiswa, sedangkan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 37 mahasiswa.
Rektor Unars Situbondo, Dr. Muhammad Yusuf Ibrahim, S.H. M.H., dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada wisudawan.
Dia berterima kasih kepada mereka yang telah memilih Unars untuk melanjutkan studi.
"Kami bangga pada para mahasiswa yang ikut wisuda tahun ini, mereka bisa membuktikan bahwa tidak hanya belajar namun mampu menuntaskan pendidikan sarjana dan pascasarjana dengan baik," ungkap Rektor Unars tersebut.
Dia berharap, kepada para wisudawan dan keluarganya tetap menggiring pelajar untuk berkuliah di Unars.
Sebab, Unars menekankan lima prinsip dalam pembelajaran. Yaitu ilmu dan pengetahuan sesuai bidang masing-masing.
Kedua skil, keterampilan, dan ketiga mindset. Keempat karakter dan yang kelima adalah mengutamakan ke sehatan.
"Lima prinsip itulah yang melekat dalam tubuh Unars, harapannya untuk mahasiswa Unars agar lebih baik," tegas Muhammad Yusuf.
Diakui bahwa Unars juga banyak meraih prestasi, termasuk peningkatan status akreditasi dari B menjadi Baik Sekali.
Beberapa program yang telah dijalankan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, seperti English Days, menerima mahasiswa asing, dan lain-lain.
"Orasi ilmiah kali ini disampaikan oleh Jose B. Ballesteros, dari University of Saint Anthony (USANT), universitas swasta di Philipina," ucap Muhammad yusuf.
"Unars adalah Kampus Paling baik se Besuki raya. Termasuk mengalahkan PTN berdasarkan SINTA," Imbuhnya.
Ketua Umum Pengurus Yayasan Pendidikan Abdurachman Saleh Situbondo, Drs. H. Saifullah, MM, mengatakan bahwa giat wisuda adalah acara yang sangat membanggakan bagi dosen dan mahasiswa yang meraih gelar S1. Namun, yang lebih bahagia lagi adalah orang tua para mahasiswa.
"Yang paling bahagia justru para orang tua yang telah menunggu sekian lama. Akhirnya, mereka dapat berkata 'Alhamdulillah' anakku lulus juga dan mungkin akan bekerja apa. Orang tua baru bahagia udah mikir langkah selanjutnya untuk anak-anaknya, tapi itulah orang tua kita," ujar Saifullah.
Dikatakan, bahwa perjalanan peserta wisuda masih panjang. Sebab, dunia setelah toga jauh lebih menantang dari sebuah skripsi atau tesis.
"Di dunia masyarakat tak ada kata revisi dosen, tapi revisi kehidupan," papar Saifullah.
Untuk para sarjana diharapkan menjadi generasi yang tidak hanya sibuk mencari pekerjaan.
Tapi, mereka harus mampu menciptakan peluang yang bermanfaat bagi orang lain.
"Saya bangga dan percaya bahwa lulusan Unars akan menjadi insan yang unggul, berakhlak, dan membawa perubahan positif di mana pun berada," pungkas Saiful. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono