Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

SMAN 1 Kapongan Borong 2 Penghargaan dari Gubernur Jatim, Jadi Pelopor Pendidikan Ketahanan Pangan Lokal!

Moh Humaidi Hidayatullah • Senin, 27 Oktober 2025 | 01:38 WIB
PRESTASI : Kepala SMAN 1 Kapongan, Nikmatil Hasanah, M.Pd, menerima 2 penghargaan sebagai Sekolah Pengembang Pelatihan Berbasis Produk melalui Program DT dan SFC dari Gubernur Jawa Timur.
PRESTASI : Kepala SMAN 1 Kapongan, Nikmatil Hasanah, M.Pd, menerima 2 penghargaan sebagai Sekolah Pengembang Pelatihan Berbasis Produk melalui Program DT dan SFC dari Gubernur Jawa Timur.

RADARSITUBONDO.ID - SMAN 1 Kapongan kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih dua penghargaan bergengsi dari Gubernur Jawa Timur.

Capaian ini merupakan komitmen sekolah dalam mengintegrasikan pendidikan ketahanan pangan lokal ke dalam kurikulum dan kegiatan siswa.

Kepala SMAN 1 Kapongan, Nikmatil Hasanah, M.Pd, menegaskan, bahwa peran SMAN 1 Kapongan (SMANKA) bukan hanya sekadar pencetak akademisi.

Tetapi juga sebagai lembaga yang tanggap terhadap isu-isu strategis, khususnya dalam menjamin ketersediaan dan keberlanjutan pangan.

Melalui Program Double Track bidang tata boga, lanjut dia, siswa dibekali beberapa keterampilan praktis dalam mengolah hasil pangan lokal yang ditanam di lingkungan sekolah.

Produk-produk tersebut diolah sangat beragam, mulai dari singkong, jamur, terong, tomat, sawi, kangkung, hingga bayam, yang semuanya diubah menjadi produk bernilai jual dan konsumsi.

"Penghargaan pertama yang diraih adalah pengakuan sebagai Sekolah Pengembang Pelatihan Berbasis Produk. Predikat ini diperoleh SMAN 1 Kapongan berkat kesuksesannya menjadi pelaksana Program Double Track, yang merupakan program unggulan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya," terang Srikandi yang akrab disapa Nikmah tersebut, kepada Koran ini, Sabtu (25/10).

HASIL KARYA : Sejumlah siswa-siswi SMAN 1 Kapongan melakukan panen raya di kebun sekolah (School Food Care Smanka)
HASIL KARYA : Sejumlah siswa-siswi SMAN 1 Kapongan melakukan panen raya di kebun sekolah (School Food Care Smanka)

Kata Nikmah, penghargaan kedua yang diterima SMAN 1 Kapongan adalah sebagai sekolah pelaksana program School Food Care (SFC).

Program ini sangat erat kaitannya dengan upaya sekolah dalam menumbuhkan literasi ketahanan pangan lokal di kalangan siswa.

Penghargaan ini membuktikan bahwa siswa SMAN 1 Kapongan tidak hanya tahu cara memasak, tetapi juga memahami rantai pangan dari hulu ke hilir, mulai dari budidaya hingga dampak konsumsi pada kesehatan dan lingkungan.

"Literasi ini sebagai pengetahuan dan keterampilan yang krusial untuk memilih, menanam, menyiapkan, dan mengonsumsi pangan lokal secara berkelanjutan," ungkap Nikmah.

Dijelaskan, kolaborasi antara Program School Food Care dan Double Track telah menciptakan sinergi yang sempurna dalam pendidikan ketahanan pangan.

Program Double Track sendiri menyediakan platform bagi siswa untuk langsung mempraktikkan keterampilan pengolahan.

Sedangkan School Food Care memberikan landasan teoritis dan kesadaran akan pentingnya pangan lokal bergizi.

Kombinasi inilah yang nantinya akan menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga kesadaran ekologis dan nutrisi.

"Alhamdulillah, sekolah berhasil menjadikan kebun dan dapur sebagai laboratorium pembelajaran yang hidup dan relevan," ucapnya.

Nikmah mengaku, keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan kuat para mitra. Untuk memastikan keberlanjutan dan kualitas program tersebut, sekolah aktif menggandeng berbagai pihak, termasuk Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Peternakan dan Perikanan, serta perguruan tinggi seperti Universitas Abdurachman Saleh (UNARS).

Kemitraan lintas sektor ini bertujuan memperkaya pengetahuan dan skill siswa, sekaligus memastikan bahwa praktik yang diajarkan sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

"Penghargaan dari Gubernur menjadi motivasi bagi SMAN 1 Kapongan untuk terus berinovasi demi masa depan pendidikan dan ketahanan pangan di kabupaten Situbondo," pungkasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#smkn 1 kapongan #ketahanan pangan #double track