RADARSITUBONDO.ID – Fakultas Sastra Universitas Abdurachman Saleh (UNARS) Situbondo menggelar diseminasi hasil penelitian dosen pada Rabu (11/12). Kegiatan tersebut menghadirkan pakar lintas kampus dan praktisi pariwisata untuk mendorong pengembangan wisata berkelanjutan di Situbondo.
Diseminasi tersebut digelar setelah tim dosen UNARS merampungkan penelitian fundamental dengan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) tahun 2025. Tim yang diketuai oleh Nine Febrie Novitasari, S.Pd., M.Pd., itu memaparkan inovasi mereka berupa Framework Desain Buku Ajar English for Tourism berbasis CLIL.
Acara juga dihadiri akademisi dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi di Jawa, Bali, Sumatera, serta seorang akademisi dari University of Lahej, Yaman.
Nine Febrie Novitasari menjelaskan secara rinci bagaimana kerangka ajar berbasis Content and Language Integrated Learning (CLIL) dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kemampuan bahasa dan kesadaran lingkungan bagi calon pelaku pariwisata. “Pendekatan kami adalah menjadikan isu-isu pariwisata berkelanjutan dan konservasi lingkungan sebagai konten inti dalam pembelajaran English for Tourism. Mahasiswa tidak hanya belajar tata bahasa atau kosakata, tetapi menggunakan bahasa Inggris sebagai alat untuk memahami konsep ekowisata, mengomunikasikan dampak lingkungan, dan mempromosikan praktik wisata yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Sementara itu, Dodik Eko Yulianto, S.Pd., M.Pd., anggota tim dari UNARS, menjelaskan bahwa framework tersebut memberikan blueprint adaptif yang dapat digunakan oleh dosen English for Tourism di berbagai wilayah. Dengan demikian, mereka dapat memasukkan konten lokal ke dalam kurikulum berbahasa Inggris.
Menurutnya, sejumlah dosen peserta diseminasi menyatakan ketertarikan melakukan studi komparatif serta uji coba penerapan framework tersebut di kampus mereka, khususnya pada program studi yang fokus pada pariwisata pesisir dan ekowisata. “Kegiatan diseminasi ini menjadi langkah konkret UNARS dalam berkontribusi pada pengembangan kurikulum nasional sekaligus memperkuat komitmen pendidikan tinggi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),” ungkapnya.
Eko menambahkan, hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi untuk memperluas dampak dan kebermanfaatannya. “Kami berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang pendidikan bahasa Inggris,” pungkasnya.
Anggota tim peneliti dari Universitas Brawijaya, Aulia Luqman Aziz, S.S., M.Pd., turut memberikan apresiasi. Menurutnya, framework yang dikembangkan UNARS sangat relevan dengan kebutuhan industri pariwisata modern. “Model ini sesuai dengan tuntutan sektor pariwisata yang kini semakin sadar lingkungan. Framework ini layak menjadi contoh bagi mata kuliah bahasa di program vokasi dan pariwisata,” ujarnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono