RADARSITUBONDO.ID – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar meresmikan Media Center dan kelas unggulan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Situbondo, Selasa (23/12).
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Milad ke-35 MAN 2 Situbondo. Momentum penting ini sekaligus sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan, sekaligus penguatan layanan informasi di lingkungan madrasah.
Puncak peringatan Milad ke-35 yang digelar di halaman sekolah, juga dihadiri jajaran Kementerian Agama Kabupaten Situbondo, pengurus komite, serta orang tua siswa. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan dan kreativitas siswa.
Peresmian Media Center dan penambahan kelas Program Unggulan dinilai sebagai langkah strategis untuk mendukung keterbukaan informasi, publikasi kegiatan madrasah, serta pengembangan literasi digital siswa.
"Media Center tersebut diharapkan menjadi wadah kreativitas siswa dalam bidang jurnalistik, fotografi, videografi, hingga pengelolaan media sosial, " Kata Kepala MAN 2 Situbondo, H. Suhdi, Selasa (23/12).
Dia mengatakan bahwa Milad ke-35 ini menjadi titik awal transformasi MAN 2 Situbondo dari madrasah reguler menjadi madrasah keterampilan. Hal itu sejalan dengan tuntutan zaman, di mana lulusan MAN diharapkan memiliki kompetensi dan keterampilan yang memadai agar siap bersaing di dunia kerja.
“Di usia ke-35 ini, MAN 2 Situbondo bisa bertransformasi dari MAN reguler menjadi MAN keterampilan. Tuntutan zaman mengharuskan lulusan MAN memiliki keahlian di bidangnya agar tidak kesulitan mencari pekerjaan,” ujar Suhdi.
Dia menambahkan, semakin banyak ilmu dan praktik keterampilan yang diberikan kepada siswa, maka semakin siap mereka menghadapi masa depan, terlebih di era digital yang peran media dan teknologi informasinya semakin besar. “Semakin banyak bekal keterampilan yang diberikan, maka siswa akan semakin siap melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja,” imbuhnya.
Suhdi juga menyebutkan sejumlah program keterampilan yang telah berjalan selama masa kepemimpinannya. Di antaranya multimedia, kewirausahaan kuliner, dan tata boga.
Selain itu, pihak madrasah juga berencana membuka kelas keterampilan membatik pada tahun ini. “Kami mengedepankan hasil kreasi siswa. Batik yang dikenakan para guru merupakan hasil karya siswa MAN 2 Situbondo. Bahkan pada masa Bupati sebelumnya, seluruh kantor dicat dengan motif batik, dan itu merupakan inisiatif dari MAN 2,” jelasnya.
Selain keterampilan, kelas unggulan juga difokuskan pada bidang akademik dan keagamaan, seperti Bahasa Inggris, Tahfiz Al-Qur’an, serta olahraga. “Untuk kelas unggulan ada Bahasa Inggris, Tahfiz Al-Qur’an, dan olahraga,” tambah Suhdi.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, H. Akhmad Sruji Bahtiar, menegaskan pentingnya memberikan ruang seluas-luasnya bagi madrasah untuk menggali potensi siswa sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan daerah masing-masing. “Keterampilan yang dibuka sangat bergantung pada kondisi dan potensi daerah tempat madrasah berdiri. Karena madrasah berfungsi memfasilitasi dan mengakomodasi kebutuhan masyarakat setempat,” ungkapnya.
Dia juga menilai keberadaan Media Center sangat penting di era saat ini, terutama dalam mendukung peran madrasah di media sosial dan penyebaran informasi kepada masyarakat. “Sehebat apa pun prestasi yang diraih, tanpa peran media masyarakat tidak akan mengetahuinya. Media Center menjadi sarana penting untuk mempublikasikan capaian madrasah,” katanya.
Lebih lanjut, Kakanwil menekankan bahwa Media Center tidak hanya berfungsi untuk publikasi prestasi, tetapi juga sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Kementerian Agama memiliki fungsi layanan di bidang agama, pendidikan, dan tata kelola. Media Center menjadi wajah madrasah dan Kementerian Agama di mata publik,” jelasnya.
Pria yang akrab disapa Bahtiar itu berharap momentum milad ke-35 ini dapat menjadi sarana refleksi dan evaluasi atas capaian maupun kekurangan yang ada. Sehingga, dapat dijadikan dasar perencanaan dan pengembangan madrasah di masa mendatang.
“Capaian dan kegagalan perlu dikaji, bahkan diteliti, agar menjadi bahan proyeksi untuk mencapai target dan cita-cita madrasah di tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono