RADARSITUBONDO.ID - KMP Putri Yasmin milik PT Jembatan Lautan (JEMLA) mengalami kebakaran saat berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali menuju Pelabuhan ASDP Lembar, Lombok Barat, Rabu (12/8) dini hari. Informasi awal menyebutkan sumber api diduga berasal dari satu unit truk box yang berada di dalam kapal.
Laporan mengenai insiden tersebut diterima sekitar pukul 04.50 WITA. Hingga berita ini ditulis, proses penanganan masih dilakukan oleh awak kapal dengan dukungan koordinasi dari sejumlah pihak terkait.
Kebakaran Terjadi Saat Kapal Dalam Pelayaran
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak PT JEMLA, kebakaran terjadi ketika KMP Putri Yasmin sedang melakukan pelayaran menuju Pelabuhan Lembar.
Posisi terakhir kapal terdeteksi berada di sekitar perairan Bangko-Bangko, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Lokasi tersebut berada di jalur pelayaran utama yang menghubungkan Bali dan Lombok.
Dugaan awal mengarah pada satu unit truk box yang berada di area muatan kapal sebagai sumber munculnya api. Namun penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Dua Kapal Dikerahkan untuk Membantu Penanganan
Sebagai langkah darurat, KMP Portlink 2 yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian langsung diarahkan mendekati KMP Putri Yasmin.
Kapal tersebut disiapkan untuk membantu proses penanganan kebakaran sekaligus mengantisipasi kebutuhan evakuasi apabila kondisi di lapangan mengharuskannya.
Selain itu, KMP Parama Kalyani juga dijadwalkan bergabung dalam operasi bantuan. Setelah menyelesaikan proses bongkar muatan di Pelabuhan ASDP Lembar, kapal tersebut akan bergerak menuju lokasi kejadian.
Kehadiran dua kapal bantuan menunjukkan prosedur keselamatan pelayaran langsung diaktifkan guna mempercepat respons jika situasi berkembang. Dalam insiden kebakaran kapal, kecepatan pengerahan armada pendukung menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko terhadap penumpang maupun awak kapal.
Koordinasi Intensif Dilakukan di Pelabuhan Lembar
Sementara itu, personel Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memantau perkembangan situasi.
Koordinasi melibatkan PT JEMLA, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Lembar, KSOP Lembar, serta instansi terkait lainnya. Fokus utama pemantauan meliputi kondisi penumpang dan awak kapal, perkembangan titik api, serta kesiapan proses evakuasi jika diperlukan.
Hingga laporan terakhir, belum ada informasi resmi mengenai jumlah korban maupun dampak lain akibat insiden tersebut.
Jalur Penyeberangan Bali-Lombok Jadi Perhatian
Insiden kebakaran KMP Putri Yasmin menjadi perhatian karena terjadi di salah satu jalur penyeberangan tersibuk di Indonesia. Rute Padangbai-Lembar setiap hari melayani pergerakan penumpang, kendaraan logistik, hingga distribusi barang antarpulau.
Karena itu, perkembangan penanganan kebakaran dan hasil investigasi penyebab munculnya api akan menjadi faktor penting untuk memastikan keselamatan operasional kapal penyeberangan di lintasan tersebut.
Hingga saat ini, otoritas terkait masih menunggu laporan lapangan terbaru mengenai kondisi kapal dan keberhasilan upaya pemadaman.
Editor : Agung SedanaSumber : Radar Lombok