Viral Aksi Injak Bantuan Gempa di Flores, Pelaku Disebut Kecewa

Agung Sedana • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 12:52 WIB
Bantuan logistik untuk korban gempa di Flores. (Istimewa)
Bantuan logistik untuk korban gempa di Flores. (Istimewa)

RADARSITUBONDO.ID - Video seorang warga menginjak bantuan makanan untuk masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), viral di media sosial. Polisi kemudian mendatangi warga tersebut untuk meminta klarifikasi terkait aksinya.

Warga itu diketahui bernama Saimin Sadang Syawal, dari Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar, Manggarai Timur. Dalam video yang beredar, Saimin memperlihatkan bantuan makanan yang disebut berasal dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur sebelum menginjak sejumlah mi instan.

Kasi Humas Polres Manggarai Timur AKP Irmawan Pujianto mengatakan polisi telah menemui Saimin setelah video tersebut ramai diperbincangkan.

Menurut Irmawan, Saimin mengaku melakukan aksi tersebut karena kecewa terhadap bantuan yang diterima warga terdampak gempa.

"Ia mengaku melakukan itu karena tidak puas dengan bantuan yang datang. Dia merasa bantuan yang datang tidak seimbang," kata Pujianto kepada Kompas.com, Rabu (9/9/2026).

Bantuan yang diterima menjadi sumber kekecewaan

Dalam rekaman yang beredar, terlihat sejumlah bungkus mi instan dan biskuit. Saimin menyebut bantuan yang diterima berupa tiga bungkus mi dan satu bungkus biskuit.

Ia kemudian menyampaikan kritik terhadap jumlah bantuan tersebut sambil memperlihatkan makanan yang berada di lantai. Video itu selanjutnya menyebar di media sosial dan memicu beragam reaksi dari warganet.

Sejumlah laporan media menyebut rekaman tersebut dibuat di Posko Nanga Lok, Desa Golo Lijun. Bantuan disalurkan pemerintah daerah melalui pemerintah desa dan kemudian dibagikan kepada warga.

Polisi meminta klarifikasi

Irmawan mengatakan polisi mendatangi Saimin setelah video aksinya viral. Dalam pertemuan tersebut, Saimin mengakui perbuatannya dan menyatakan bahwa tindakan itu dilakukan dalam kondisi emosi.

"Dia menyadari bahwa apa yang dilakukannya itu tidak semestinya dilakukan apalagi menyebarkannya ke media sosial," ujar Irmawan.

Saimin kemudian menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Dalam video klarifikasinya, ia menyebut tindakan menginjak bantuan tersebut sebagai kekhilafan dan mengaitkannya dengan kekecewaan terhadap pemenuhan kebutuhan warga setelah gempa.

Kasus tidak dibawa ke ranah pidana

Menurut keterangan polisi dalam bahan berita tersebut, persoalan itu tidak dilanjutkan ke proses pidana.

Klarifikasi dilakukan setelah video aksi menginjak bantuan menyebar luas. Polisi juga memastikan telah meminta penjelasan langsung dari warga yang bersangkutan mengenai alasan tindakannya.

Peristiwa ini terjadi di tengah penyaluran bantuan kepada masyarakat yang masih terdampak gempa di wilayah Manggarai Timur. Karena itu, persoalan jumlah dan distribusi bantuan menjadi bagian penting dari konteks yang perlu dilihat bersama dengan tindakan Saimin.

Editor : Agung Sedana
gempa flores bantuan