RadarSitubondo.di – Ratusan warga Dusun Kerajan, Desa Sumber Anyar, Kecamatan Jatibanteng mendatangi kantor DPRD, Senin (6/11).
Mereka melakukan demo menyoal aktivitas tambang batu di tempat tersebut. Sebab, mengakibatkan puluhan hektare sawah warga rusak dan tidak bisa dikelola kembali.
Pantauan RadarSitubondo.di, warga datang menggunakan tiga kendaraan elf dari Jatibanteng menuju kantor DPRD.
Mereka yang ikut dalam rombangan rata-rata pemilik sawah yang telah dirugikan dengan aktivitas tambang batu tersebut.
Salah satu warga, Matyono mengatakan, aktivitas tambang batu sudah mengakibatkan sawah rusak. Sebab, lahan tersebut digunakan untuk lalu lintas truk angkutan batu maupun alat berat.
“Tambang itu sudah beraktivitas sejak tahun 2020. Sempat berhenti satu tahun karena diprotes warga. Lalu tahun 2022 mulai beraktivitas lagi. Meski kembali dikomplin warga, namun kali ini penambang tidak memedulikan,” ujarnya.
Matyono menyebutkan, akibat adanya aktivitas tambang batu, petani juga sulit untuk menggarap sawah lantaran tidak tersedia aliran air irigasi.
“Sekarang air sudah tidak masuk ke sawah. Kita yang mau menggarap kesulitan kalau tidak ada air. Maka, kami sangat dirugikan dengan aktivitas tambang tersebut,” ungkapnya.
Sementara, Abdul Halim warga lain mengtakan, kedatangannya ke kantor DPRD tidak hanya menuntut penutupan tambang batu.
Namun, salah satu warga bernama Haji Usman malah dipanggil polisi untuk dimintai keterangan lantaran diduga merusak alat berat tambang. Maka, warga meminta agar DPRD untuk membantu melepaskan warga tersebut.
“Terlepas ada atau tidaknya alat berat yang rusak, yang jelas kami akan terus bergerak meminta Polisi atau DPRD melapas Haji Usman. Kalau pun dia dilaporkan merusak, itu karena salah penambang,” ungkapnya.
Halim menegaskan, warga tidak akan tinggal dalam menghadapi masalah tersebut. Bahkan, dirinya memastikan kasus tambang akan terus disoal jika polisi tidak membebaskan Haji Usman.
“Kami di sini juga siap untuk dipanggil. Jangan cuma satu orang saja. Misalnya Haji Usman ditahan, kami juga siap ditahan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Situbondo, Arifin mengatakan, dirinya tidak menduga kedatangan warga Sumber Anyar ke kantor DPRD.
Sebab, sebelumnya tidak ada pemberitahuan terkait aspirasi yang ingin disampaikan kepada anggota dewan.
“Kami terkejut ketika ada massa di depan kantor DPRD. Mereka datang ke kantor DPRD karena dirugikan ada tambang batu,” ucap Arifin.
Arifin mengaku sudah mendengarkan seluruh aspirasi warga. Dari hasil pertemuan tersebut, dirinya bersama jajaran komisi III memastikan akan segera turun ke lokasi tambang batu.
“Kami akan cek terlebih dahulu. Ini untuk mengetahui secara pasti adanya pelanggaran yang disampaikan masyarakat Jatibanteng,” pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Edy Supriyono