RadarSitubondo.id - Posisi tokoh-tokoh kultur di Kabupaten Situbondo, bagi saya, bukan sebagai penentu kemenangan dalam pesta demokrasi.
Sehingga, jika calon yang didukung tokoh kultur sampai kalah, ya bisa jadi juga karena parpol yang tidak maksimal dalam melakukan kerja-kerja politik.
Kekalahan paslon dalam kontestasi politik tidak bisa serta merta semuanya dibebankan kepada tokoh kultur.
Seharusnya, pelaksana kampanye itulah yang perlu dipertanyakan kinerjanya.
Adanya dukungan dari tokoh kultur seharusnya menjadi peluang dalam memperoleh simpati besar dari masyarakat. Namun, faktanya parpol hanya fokus agar tetap bisa memperoleh kursi parlemen.
Kontestasi pemilu tidak hanya pilpres. Di satu sisi partai juga memperjuangkan caleg di masing-masing dapilnya.
Sehingga, jika partai mau fair, seharusnya seimbang antara perolehan kursi parlemen dengan perolehan suara untuk pasangan capres. Tapi ternyata kan tidak begitu?
Partai yang mengusung pasangan capres 01, perolehan kursinya di DPRD Situbondo sangat tinggi. Namun, perolehan suara capres sangat minim. (wan/pri)
Editor : Salis Ali Muhyidin