Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Ketua DPD PAN Situbondo: Pesan Kiai Azaim Membuat Warga Lebih Kondusif

Iwan Feriyanto • Selasa, 5 Maret 2024 | 17:05 WIB
Ketua DPD PAN Situbondo, Ghozi Zainuddin.
Ketua DPD PAN Situbondo, Ghozi Zainuddin.

RadarSitubondo.id – Ketua DPD PAN Situbondo, Ghozi Zainuddin mengapresiasi pesan KHR. Achmad Azaim Ibrahimy agar masyarakat mendukung capres-cawapres terpilih.

Pernyataan tersebut dinilai akan mampu membuat masyarakat jauh lebih kondusif.

Pria yang akrab disapa Ghozi itu mengatakan, wejangan pengasuh  Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukrejo menjadi simbol perdamaian. Membuat suana di masyarakat tidak lagi memanas.

“Saya mengucapkan banyak terimakasih. Karena bagaimana pun wejangan kiai Azaim akan membuat hiruk pikuk politik yang memanas insyallah akan langsung mencair,” ujarnya, Senin (4/3).

Ghozi menyampaikan, saat ini masyarakat membutuhkan sosok yang mampu menghidupkan kembali suasana kerukunan paska pemilu.

Sebab, saat pemilu masyarakat tidak kondusif karena sudah terkotak-kotak kepentingan dan dukungan. Keadaan itu jika dibiatkan dapat mengganggu kenyamanan.

“Semoga fiksi-fiksi perbedaan yang terjadi selama ini yang menggangu stabilitas di Situbondo khususnya, dengan himbauan dan wejangan kiai Azaim itu menjadi lebih damai,” harapnya.

Ghozi meminta, masyarakat tidak lagi mempersoalkan masalah kemenangan peserta pemilu, khususnya calon presiden.

Apalagi prosesnya telah dilakukan secara demokrasi. Masyarakat kini tinggal menyerahkan kepada petugas penyelenggara maupun pengawas pemilu.

“Saya bersyukur Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Kiai Azaim menyampaikan bahwa presiden terpilih itu presiden kita semua,” ucap Ghozi.

Kiai Azaim, Kata dia, mewanti-wanti bahwa presiden yang akan terpilih paska pemilu harus diterima.

Jangan sampai karena presiden yang didukung tidak lolos kemudian membuat aktivitas yang merugikan banyak pihak serta membuat lingkungan tidak kondusif.

“Hiruk pikuk yang terjadi saat pemilu itu dinamisasi demokrasi. Dan semuanya harus tunduk pada hasil yang telah diperoleh. Walaupun beda pilihan toh akhirnya yang jadi presiden adalah presiden rakyat Indonesia,” pungkasnya. (wan/pri).

Editor : Salis Ali Muhyidin
#situbondo #DPD PAN #capres