RadarSitubondo.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo bersama perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) menggelar rapat di Pendapa Aryo Situbondo, Selasa (4/6).
Pertemuan terbuka ini membahas masalah kemiskinan ekstrem di Kabupaten Situbondo.
Data yang diterima Koran ini, kasus kemiskinan ektrem di Kabupaten Situbondo sudah menurun. Pada tahun 2022 lalu, mencapai 0,87 persen atau enam ribu jiwa lebih.
Namun pada tahun ini tinggal 0,36 persen atau sekitar dua ribu jiwa.
Bupati Situbondo, Drs. Karna Suswandi menargetkan kasus kemiskinan ektrem di Situbondo tahun ini bisa nol persen.
Upaya ini sebagai tindak lanjut pemerintah pusat dalam menanggulangi kasus tersebut.
“Meskipun 0,36 persen sebenarnya sudah sesuai ekspektasi menurut Kemenko PMK, namun kami mengajak para kepala desa bekerja bersama untuk menanggulangi kemiskinan ekstrem dan diharapkan pada tahun ini (2024) nol persen,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Bung Karna itu menyatakan, untuk menuntaskan masalah kemiskinan ektrem perlu ada upaya khusus.
Misalnya memberikan bantuan pangan serta peningkatan sumber pendapatan masyarakat.
“Berbagai upaya dilakukan pemerintah daerah, diantaranya mengurangi beban masyarakat dengan menggelontorkan bantuan sosial, seperti bantuan pangan dan berbagai bantuan lainnya," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Sugiyono menjelaskan pencapaian penurunan angka kemiskinan ekstrem tidak lepas dari berbagai program Pemkab Situbondo. Seperti pembangunan infrastrukutr serta beberapa program bantuan lainnya.
"Seperti pembangunan rumah layak huni (Birulah) dan jambanisasi, serta bantuan tunai maupun non tunai yang diberikan kepada masyarakat," katanya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin