RadarSitubondo.id – Bupati Situbondo Drs Karna Suswandi menyerahkan penghargaan kepada beberapa perangkat daerah, Rabu malam (12/6) di pelantaran belakang Pendapa Aryo Situbondo.
Mereka dinilai berhasil dalam meningkatkan budaya kerja yang inovatif di lingkungan kerjanya masing-masing.
Pemberian penghargaan dikemas dalam acara ‘Anugerah Inovasi Daerah’. Penghargaan terbagi dalam tiga kategori. Yakni, ketegori perangkat daerah, sekretariat daerah dan kecamatan.
Kemudian, kategori rumah sakit dan puskesmas, serta kategori sekolah, kelurahan dan desa.
Bupati Situbondo, Drs. Karna Suswandi mengaku bangga atas inovasi para penerima penghargaan. Sebab, itu akan menjadi cikal bakal dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
“Dengan Inovasi-inovasi yang ada, saya ingin berdampak terhadap pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat,"ujarnya, Kamis (13/6).
Pria yang akrab disapa Bung Karna itu mendorong agar terus ada inovasi baru yang bisa dikembangkan oleh masing-masing OPD, kecamatan, pemerintah desa, puskesmas, rumah sakit dan lembaga pendidikan. Sehingga, masyarakat dapat merasa terlayani dengan inovasi tersebut.
“Kami ingin memacu inovasi agar lebih banyak dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” tandasnya.
Sebab itulah, Bupati meminta agar reward berupa uang tunai untuk lima inovasi terbaik di semua tingkatan dalam even selanjutnya ditambah.
Jika selama ini juara satu sampai lima diberi uang pembinaan Rp 5 Juta hingga Rp 1 juta, maka tahun depan terbaik 1 Rp 10 juta, terus turun satu juta hingga terbaik kelima, Rp 5 juta.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Sugiyono mengatakan, anugerah inovasi daerah dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan dan mengembangkan inovasi kerja di lingkungan pemerintahan, pendidikan maupun kesehatan.
Tujuannya untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.
“Dalam gerak kita melaksanakan program kegiatan pasti ada hambatan, tantangan kendala yang kalau kita biarkan membuat pelayanan kita tidak memuaskan. Maka, kondisi itu hanya bisa dicarikan solusi melalui inovasi. Sehingga, pelayanan bisa semakin meningkat,” jelasnya.
Sugiyo menyebutkan, ada 145 instansi yang dinilai memiliki karya inovasi dalam bekerja. Namun untuk lolos sebagai nominator hanya dipilih 36 intansi. Mereka dianggap matang dalam melaksanakan inovasinya.
“Jadi untuk menentukan instansi yang lolos sebagai nominator itu ada juri yang menilai. Intinya yang saat ini menerima penghargaan itu adalah mereka yang sudah matang dalam menjalankan inovasi di tempatnya masing-masing,” pungkasnya. (wan/pri/adv)
Editor : Ali Sodiqin