RadarSitubondo.id – Persaingan tenaga honorer di lingkungan Pemkab Situbondo untuk bisa lolos menjadi aparatur sipil negara (ASN) dipastikan akan sangat ketat.
Bayangkan saja, kuota yang tersedia untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hanya 445 orang. Sementara yang mendaftar diperkirakan akan mencapai 4000 orang.
Kepala Bidang Mutasi dan Kepangkatan pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Situbondo, Bayu Indra Wahyono mengatakan, tenaga honorer yang masuk dalam data base pemerintah daerah tercatat ada empat ribu orang. Mereka memiliki peluang yang sama untuk bisa mendaftarkan diri sebagai PPPK.
“Prediksi yang daftar ada empat ribu orang. Ini sesuai dengan data mereka yang masuk dalam data base pemerintah,” ujarnya, Rabu (16/10).
Dikatakan, kuota PPPK meliputi formasi tenaga pendidik, tenaga kesehatan dan tenaga teknis di lingkungan Pemkab Situbondo.
Pria yang akrab disapa Bayu itu menyampaikan, penerimaan PPPK tidak ada kualifikasi khusus bagi seluruh pendaftar.
Mereka tetap wajib mengikuti tahapan seleksi sejak penyerahan berkas hingga nanti mengikuti ujian yang diselenggarakan Badan Kepegawaian Nasional (BKN).
“Semua harus mengikuti seluruh tahapan demi tahapan penerimaan PPPK. Ketika ada tahapan yang tidak diikuti otomatis gugur,” jelasnya.
Oleh sebab itulah, Bayu meminta, supaya peserta mulai mempersiapkan diri sejak awal untuk mengikuti pendaftaran ini. Jika dipersiapkan secara matang memungkinkan ada peluang untuk lolos seleksi.
“Lolos atau tidak tergantung persiapan peserta. Makanya, selain mempersiapkan untuk ujian seleksi, juga perlu memperhatikan tahapan yang diikuti sudah sesuai dan tepat. Ketika ada syarat yang tidak dipenuhi dinilai tidak memenuhi syarat dan gugur,” ucapnya.
Selain itu, Bayu menyampaikan, pendaftaran PPPK dibuka secara bertahap. Tahap pertama untuk menerima tenaga honorer yang masuk dalam data base pemerintah. Kemudian, tahap kedua yakni bagi tenaga honorer yang belum terdaftar pada data tersebut.
“Kalau pendaftaran tahap satu dibuka sejak tanggal 1-20 Oktober 2023. Sedangkan tahap dua akan dibuka bulan November mendatang,” pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin